• Senin, 5 Desember 2022

K.H. Noer Ali, Ulama Betawi Pejuang Kemerdekaan: Guru-Guru Mengajinya

- Minggu, 25 September 2022 | 10:38 WIB
K.H. Noer Ali (Instagram/@senimannu)
K.H. Noer Ali (Instagram/@senimannu)

KLIKANGGARAN -- K.H. Noer Ali Bin H. Anwar bin H. Layu lahir pada tahun 1914 di Desa Ujung Malang, Onderdistrik Babelan, Distrik Bekasi, Regentschap (Kabupaten) Meester Cornelis, Residensi Batavia, sebelum diganti menjadi Desa Ujung Harapan Bahagia, Kecamatan Babelan, Jawa Barat.

Semasa kecil K.H. Noer Ali sudah memperlihatkan bakat kepemimpinan yang kuat, yakni mengorganisir permainan dan sifat tidak mau kalah. Noer Ali juga dikenal sebagai anak yang pandai.

K.H. Noer Ali belajar kepada ayahandanya, Guru Maksum dan kemudian Guru Mughni di Ujung Malang.

Kepada Guru Mughni, K.H. Noer Ali belajar alfiyah (tata bahasa Arab), al-Qur’ân, Tajwid, Nahwu, Tauhid, dan Fiqih.

Baca Juga: Siapa Ratu Tisha Sebenarnya, Apa Hubungannya dengan Shin Tae Yong? Ini Profil dan Alasannya Trending Twitter!

Noer Ali memiliki cita-cita untuk menjadi pemimpin agama dan membangun sebuah perkampungan surga. Dimana penduduknya beragama Islam dan menjalankan syariat Islam.

Setelah belajar agama kepada Guru Mughni, Noer Ali kemudian mondok ke Guru Marzuki di kampung Cipinang Muara, Klender.

Di sini K.H. Noer Ali menempuh pendidikan tahap lanjutan setingkat Aliyah dengan mata pelajaran sebagaimana yang diberikan pada guru Mughni, tetapi materinya dikembangkan dengan aspek pemahaman yang lebih ditekankan, seperti pelajaran Tauhid, Tajwid, Nahwu, Sharaf dan Fiqih.

Pada tahun 1933, karena dinilai cerdas dan mampu mengikuti pelajaran dengan baik, K.H. Noer Ali diangkat menjadi badal, yang fungsinya menggantikan sang guru apabila ia sedang udzur (halangan).

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Guru Amin: Ulama Betawi dan Pejuang Kemerdekaan

Minggu, 25 September 2022 | 16:07 WIB

CPM: TNI Solid, Effendi Simbolon Harus Meminta Maaf

Rabu, 14 September 2022 | 11:16 WIB
X