• Selasa, 30 November 2021

Jelang Batas Akhir Penarikan Pasukan, Lima Roket Tembaki Pasukan Amerika Serikat di Bandara Kabul Afganistan

- Senin, 30 Agustus 2021 | 20:09 WIB
Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)

KLIKANGGARAN- Lima roket ditembakkan ke pasukan Amerika Serikat (AS) di bandara Kabul, Afganistan Senin pagi, jelang detik-detik batas akhir penarikan pasukan Amerika dari Afganistan.

Pejabat Amerika seperti dilansir Reuters mengatakan, pertahanan anti-rudal AS berhasil mencegat lima roket tersebut.

Media Afghanistan melaporkan, serangan itu diluncurkan dari belakang kendaraan. Kantor berita Pajhwok mengatakan beberapa roket menghantam berbagai bagian ibu kota Afghanistan.

Laporan awal tidak menunjukkan adanya korban dari pihak Amerika Serikat. Serangan lima roket itu menyusul pengeboman besar-besaran ISIS di luar gerbang bandara  pada Kamis yang menewaskan puluhan warga Afghanistan dan 13 tentara AS.

Pasukan AS dan sekutu telah mengevakuasi sekitar 114.400 orang, termasuk warga negara asing dan warga Afghanistan yang dianggap "berisiko" sehari sebelum Kabul jatuh ke tangan Taliban pada 15 Agustus. 

Presiden Joe Biden kembali menegaskan perintahnya kepada para komandan untuk melakukan "apa pun yang diperlukan untuk melindungi pasukan Amerika di lapangan". Pernyataan itu diungkapkan setelah Biden diberitahu tentang tembakan roket pada Senin pagi.

Dua pejabat AS mengatakan kepada Reuters, evakuasi akan berlanjut pada Senin, memprioritaskan orang-orang yang dianggap berisiko ekstrem. Negara-negara lain juga telah mengajukan permintaan pada menit-menit terakhir untuk mengeluarkan orang-orang dalam kategori itu, kata para pejabat tersebut.

Taliban akan mengambil kendali penuh atas bandara Kabul setelah penarikan pasukan Amerika pada Selasa, jaringan televisi Al Jazeera Qatar mengutip sumber Taliban yang tidak disebutkan namanya.

Kepergian pasukan terakhir akan mengakhiri intervensi militer pimpinan AS di Afghanistan yang dimulai pada akhir 2001, setelah serangan al Qaeda 11 September di Amerika Serikat.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X