• Jumat, 12 Agustus 2022

Putin: Inflasi di AS sebab Terlalu Banyak Dolar yang Dicetak, sementara di UE Terkait Kebijakan Energi

- Sabtu, 4 Juni 2022 | 05:49 WIB
Vladimir Putin  (Sputnik/Evgeny Paulin)
Vladimir Putin (Sputnik/Evgeny Paulin)

KLIKANGGARAN -- Inflasi yang menerjang Amerika Serikat (AS) adalah konsekuensi dari kesalahan otoritas keuangan Amerika, terkait pencetakan dolar, sementara di Uni Eropa (UE) lebih berkaitan dengan kebijakan energi picik di Brussel, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Jumat, dilansir RT.com.

Sebaliknya, Putin dengan tegas membantah bahwa inflasi yang terjadi tersebut tidak ada hubungannya dengan Moskow atau tindakannya di Ukraina.

Dalam sebuah wawancara TV yang mengikuti pertemuannya dengan kepala Uni Afrika, Macky Sall di Sochi, Putin mengatakan upaya untuk menyalahkan gejolak di Ukraina atas meroketnya biaya hidup di Barat sama dengan menghindari tanggung jawab.

Hampir semua pemerintah menggunakan stimulus fiskal untuk mendukung populasi dan perusahaan yang terkena dampak penguncian Covid-19. Rusia melakukannya “jauh lebih hati-hati dan tepat,” tanpa mengganggu gambaran makroekonomi dan memicu inflasi, bantah Putin.

Baca Juga: Inilah Ungkapan Perasaan dan Titipan Sayang Ridwan Kamil kepada Sungai Aare untuk Eril Setiba di Indonesia

Di AS, sebaliknya, jumlah uang beredar tumbuh sebesar 38% – sebesar $5,9 triliun – dalam waktu kurang dari dua tahun, dalam apa yang ia sebut sebagai “keluaran mesin cetak yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Menteri Keuangan AS Janet Yellen melakukan hal yang "layak" dengan mengakui bahwa dia salah tentang inflasi, kata Putin. "Jadi ini adalah kesalahan otoritas keuangan dan ekonomi AS, itu tidak ada hubungannya dengan tindakan Rusia di Ukraina, tidak sama sekali."

Dalam sebuah wawancara dengan CNN pada hari Selasa, Yellen mengatakan dia tidak sepenuhnya memahami "kejutan besar dan tak terduga terhadap ekonomi yang mendorong harga energi dan pangan, dan kemacetan pasokan" yang akhirnya mendorong inflasi.

Adapun UE, Putin menyarankan inflasi di sana karena "kebijakan picik" Komisi Eropa di sektor energi dalam mempromosikan "agenda hijau" dari masalah iklim. Eropa juga menolak proposal Rusia untuk kontrak gas alam jangka panjang, yang menaikkan harga di pasar spot, kata Putin.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X