• Minggu, 5 Desember 2021

MAKI Support Kejati Sumsel Usut Dugaan Korupsi

- Minggu, 1 Agustus 2021 | 16:18 WIB
IMG-20210730-WA0015
IMG-20210730-WA0015


Palembang,Klikanggaran.com - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Kota Palembang, menyampaikan tujuh tuntutan kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) agar secepatnya mengusut tuntas semua pengaduan yang ada di Sumsel, diantaranya yakni masalah Bantuan Sosial (Bansos) Covid 19 di Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan.


Dalam orasinya, MAKI menginginkan agar secepatnya Kejati Sumsel untuk mengusut tuntas serta berkenan memberikan informasi hasil penangan laporan pengaduan yang telah disampaikan dari tujuh pengaduan tersebut yang menjadi fokus MAKI, yaitu dua pengaduan ada di Kejari Lubuklinggau terkait penggunaan BTT bernilai Rp8,4 miliar untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kota Lubuklinggau tahun 2020 dan dugaan salah penggunaan dana hibah KPU Musi Rawas Rp45 miliar tahun 2020, sebab sampai saat ini diduga kelebihan anggarannya belum disetorkan ke rekening Pemerintah Daerah.

"Sementara untuk pengaduan dana hibah Bawaslu Muratara senilai Rp9 miliar pada tahun 2020 langsung diserahkan ke bidang Pidana Khusus Kejati Sumsel  pada tanggal 15 Juli 2021 Nomor : 31 / MAKI / LAPDU / VII/2021," ujar Koordinator MAKI Kota Palembang, Boni Belitong, melalui keterangannya.


Boni selaku pemimpin dalam aksi damai pada tanggal 29-7-2021, dihadapan Asintel Kejati Sumsel, mendukung dan memberi support kepada rekan Jaksa di Kejari Lubuklinggau untuk mengusut pengaduan dari MAKI.


Sembari itu juga, Boni meminta kepada Kejati Sumsel melalui Aspidus Kejati Sumsel untuk menindaklanjuti pengaduan MAKI Kota Palembang terkait pengaduan mengenai Bawaslu Muratara yang diduga tidak menyerahkan bukti pertanggungjawaban belanja hibah senilai Rp9 miliar. "Sehingga ini diduga fiktif, kami meminta usut ke akar akarnya,” imbuh Boni.


Dikatakan Boni, dalam hal ini Kejati Sumsel dan Kejari Lubuklinggau diminta untuk menanggapi surat pengaduan dari MAKI untuk menegakkan keadilan dalam pemberantasan korupsi.


"Siapa lagi jika bukan kita,walupun keadilan ini tidak tegak sebanyaknya, sesuai dengan mimpi rakyat kita, sedikit saja sudah cukup, tunjukkan bahwa hukum ini berjalan, bahwa sudah kesekian kalinya kita menyampaikan laporan ke Kejati mengenai masalah yang ada di Sumsel, saya menginginkan semua hasil laporan yang telah disampaikan berkasnya jangan disimpan saja nanti, adi bungkus terasi," tegas Boni.


"Kita menginginkan di tahun ini semua hasil laporan mengenai masalah dugaan yang ada di Sumsel untuk dibeberkan," sambungnya.


Ditempat yang sama, Asintel Kejati Sumsel, I Gde Ngurah Sriada, menanggapi aspirasi dari MAKI Palembang, ia menuturkan secepatnya akan dilakukan penyidikan.


"Tentunya hasil laporan ini akan dipelajari dan ditindak lanjuti," pungkasnya.

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

Gunung Semeru Erupsi, Ini Sejarah Panjang Letusannya

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:46 WIB

Status Gunung Semeru Level II, Ini Rekomendasi BPNB

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:13 WIB

Ganjar: Stop Berhenti di Situ, Jangan Diteruskan!

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:02 WIB
X