• Kamis, 9 Desember 2021

Diduga Usaha Perkebunan Kelapa Sawit di Batanghari Tidak Kantongi Izin

- Kamis, 1 Juli 2021 | 11:04 WIB
WhatsApp Image 2021-06-30 at 19.44.40
WhatsApp Image 2021-06-30 at 19.44.40


Batanghari, Klikanggaran.com - Diduga Usaha Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Batanghari masih banyak tidak mengantongi izin usaha perkebunan, salah satunya usaha budidaya tanaman perkebunan di desa Simpang Kilangan. Hal ini terungkap ketika Klikanggaran.com dan rekan medi lainnya, melakukan konfermasi pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batanghari, Rabu (30-06-2021) mempertanyakan perihal usaha perkebunan kelapa sawit yang ada di wilayah Kecamatan Muara Bulian yang telah berdiri kurang lebih puluhan tahun milik orang peribadi yang luasnya mencapai ratusan hektar berlokasi di Desa Simpang Kilangan Kecamatan Muara Bulian.


Pakar Virus Skotlandia Menghubungkan Hampir 2.000 Kasus Covid-19 dengan Supporter yang Menonton Pertandingan Euro 2020, Termasuk Skotlandia vs Inggris di Wembley


Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Batanghari Zamzami, SE mengatakan bahwa kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit tersebut belum ada mengajukan permohonan izin pada DPMPTSP Kabupaten Batanghari.


Namun, demikian untuk teknis pengajuan izin tolong di koordinasikan kepada Dinas Perkebunan, karena Dinas Perkebunan yang memahami jenis izin yang akan diajukan, tambah Zamzami.


"Namun sepengetahuan saya, jika usaha perkebunan luasnya mencapai 25 hektar wajib mengajukan Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan untuk Budidaya (STD-B) kepada Dinas Perkebunan, diatas 25 hektar wajib memiliki badan hukum," jelas Zamzami.


Disini kita hanya menghimbau kepada penggiat usaha budidaya tanaman perkebunan agar mengurus izin sesuai kegiatan yang dilaksanakan seperti IUP-B, IUP-P atau IUP, imbuh sekretaris DPMPTSP Kabupaten Batanghari.


Pemkab Bekasi Tambah Rp158 Miliar Anggaran Penanganan Covid-19


Sementara Kabid Perkebunan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batanghari Ir. Jumri saat di konfirmasi di ruang kerjanya, mengaku belum dapat memastikan apakah Usaha budidaya tanaman perkebunan yang berlokasi di Simpang Kilangan tersebut telah memiliki izin atau belum, lantaran dia baru dua tahun diangkat menjadi Kabid Perkebunan tersebut.


"Saya belum dapat menjawab secara pasti, karna saya baru disini. Namun selama saya disini pemilik perkebunan tersebut belum ada mengajukan permohonan terkait izin perkebunan miliknya," jelas Jumri.

Halaman:

Editor: Tim Berita

Tags

Terkini

X