• Minggu, 28 November 2021

Soal Kasus Masjid Sriwijaya, Kejati Sumsel Dinilai Tak Mampu Gali Keterangan dari Alex Noerdin

- Selasa, 27 April 2021 | 18:18 WIB
Kejati Sumsel
Kejati Sumsel


Palembang,Klikanggaran.com - Pemeriksaan saksi dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya terus berlangsung. Kali ini beberapa pihak diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel).


Sementara itu, Deputy MAKI Sumsel, Ir Feri Kurniawan, menuturkan bahwa mengenai pemeriksaan mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, Kejati dinilai tidak mampu memintai keterangan darinya.


"Pemamggilan mantan Gubernur Sumsel harusnya sudah panggilan ketiga, tapi Kejaksaan terkesan tidak punya keberanian panggil paksa beliau. Harusnya Kejari mentaati aturan kitab hukum acara terkait pemanggilan Alex Noerdin agar tidak menjadi preseden buruk bagi Kejati Sumsel," ujar Feri pada Klikanggaran.com, Senin (26-4).


Menurut Feri, keterangan Alex Noerdin sangat dibutuhkan terkait pencairan dana hibah per tanggal 12 Desember 2015. Dana hibah harus dicairkan maksimal empat atau lima bulan sebelum crosing death anggaran agar bisa dimanfaatkan penerima hibah dan dipertanggungjwabkan sebelum bulan April tahun berikutnya.


"Pemberian hibah 2015 tapi digunakan tahun 2016 pastinya melanggar aturan keuangan daerah, dan aturan pemberian dana hibah berimplikasi hukum pidana. Menjadi tanda tanya besar masyarakat apakah dana hibah ke yayasan Wakaf Sriwijaya dianggarkan dalam RAPBD 2015 pada tahun 2014 atau datang sekonyong-konyong di APBD 2015 melalui perubahan APBD induk 2015."


"Untuk mengetahui lebih jelasnya perlunya data pembahasan APBD 2015 dan keterangan para anggota DPRD saat itu agar diketahui duduk persoalan sebenarnya. Kita sikapi perkara dana hibah 2013 terkait Kesbangpol Sumsel yang menyalahi aturan karena usulan penerima hibah Ormas yg belum genap tiga tahun terdaftar di Kesbangpol sehingga Kaban Kesbangpol saat itu ditetapkan tersangka dan dihukum karena hal sepele," tandasnya.


Di tempat terpisah, Kasubsi Humas Kejati Sumsel, M Fadli Habibi, menegaskan bahwasannya Jaksa Penyidik Pidana Khusus akan kembali memanggil saksi-saksi dalam dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang. Menurutnya, agenda pemanggilan saksi dilakukan lantaran perkara tersebut kini sudah tahap penyidikan.


“Perkara ini kan sudah penyidikan makanya untuk melengkapi berkas penyidikan tersebut, kedepan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi masih tetap dilakukan,” ungkapnya.


Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

Miris! Adik Kakak Bergantian Sepatu di Sekolah

Rabu, 24 November 2021 | 21:12 WIB
X