• Selasa, 30 November 2021

Bupati Keerom Diperiksa 5 Jam Terkait Penyalahgunaan Hibah Rp80 Miliar

- Minggu, 16 Februari 2020 | 13:43 WIB
ta86ept1u1tcbjfgvgs7
ta86ept1u1tcbjfgvgs7

Keerom,Klikanggaran.com - Bupati Kabupaten Keerom, Muhammad Markum, buka suara terkait temuan penyalahgunaan dana hibah dan bantuan sosial Kabupaten Keerom tahun anggaran 2017 senilai Rp80 miliar. Ia mengaku telah memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Papua sebagai saksi.

"Pekan lalu, saya telah memenuhi panggilan ini. Saya diperiksa 5 jam dengan 16 pertanyaan," katanya, Minggu (16-2).

Markum menyebutkan dana hibah dan bansos Rp80 miliar yang digelontorkan, hampir keseluruhan sudah ada laporan pertanggungjawaban.

"Hanya saja masih tersisa Rp8 miliar yang belum di pertanggungjawabkan. Kami telah meminta SKPD terkait untuk melakukan pendataan terhadap para penerima dengan rentan waktu batas pelaporan Maret mendatang," ujarnya.

Kata Markum, jika tak ada pertanggungjawaban dari penerima hibah, maka pihaknya akan melaporkan penerima hibah kepada aparat penegak hukum untuk memproses sesuai hukum yang berlaku.

"Penyalahgunaan dana terjadi tahun anggaran 2017 saat saya menjabat sebagai wakil bupati, sehingga saya tak mengetahui," ujarnya.

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

X