• Rabu, 29 Juni 2022

Pemprov Sumsel Dinilai Lamban Menangani Potensi Kebocoran BUMD

- Jumat, 2 November 2018 | 04:32 WIB
Ajang Politik
Ajang Politik

Palembang, Klikanggaran.com (02-11-2018) - Gubernur Sumsel, pada salah satu media online menyatakan, “Siapo yang audit. Kalo sudah ado infoke beritahu aku.” Ini diucapkan ketika diwawancarai di kantor Gubernur, Kamis (1/11/2018).

Kemudian dinyatakan pula oleh beliau ketika disinggung langkah apa yang akan diambil terkait masalah di PDPDE, Herman Deru, menyatakan siap untuk membenahinya.

“Tapi aku nak tau dulu, itu auditnyo dari mano,” ujar Gubernur Sumsel mengisyaratkan lambannya penanganan BUMD oleh Pemprov Sumsel.

Pernyataan Gubernur Sumsel yang akan mengaudit seluruh BUMD di lingkungan Pemprov Sumsel setelah pelantikan beliau, sangat melegakan para pegiat anti korupsi. Namun, ketika hal ini dikonfirmasikan ke PDPDE Sumsel didapat jawaban, “Kami sampai saat ini belum diaudit oleh BPKP dan audit internal."

"Saat ini kami lakukan merupakan audit penutup sebelum PDPDE Sumsel berubah menjadi perseroan terbatas (PT)," ujar sumber di PDPDE yang tidak ingin disebutkan namanya.

Mengaudit BUMD-BUMD di lingkungan Pemprov Sumsel sangatlah kompleks, karena telah dilakukan audit-audit sebelumnya yang disinyalir tidak berkesinambungan dari tahun ke tahun, dan beberapa disinyalir dilaksanakan secara an audit.

Keterlambatan Pemprov Sumsel dalam mengaudit BUMD dapat mengakibatkan adanya upaya menghilangkan barang bukti dugaan tindak pidana manipulasi dan tindak pidana korupsi di dalam tubuh BUMD yang bermasalah.

Informasi masyarakat melalui media seharusnya menjadi acuan Pemprov Sumsel dalam menilai kinerja keuangan BUMD-BUMD Sumsel. Seperti adanya Badan Pariwisata di dalam PDPDE Sumsel yang mendapat anggaran cukup besar yaitu Rp 300 juta per tahun, dan bantuan ke SFC sebesar 1 sampai 3 miliar per tahun untuk kegiatan promosi sementara, PDPDE Sumsel tidak memasarkan produk untuk dijual secara komersil.

Aset-aset yang dikuasai pihak ketiga karena dijadikan agunan untuk penyertaan modal BUMD disinyalir sudah berpindah tangan ke pihak ketiga seperti asrama haji dan museum tekstil serta aset-aset lainnya.

Halaman:

Editor: Kit Rose

Terkini

X