• Sabtu, 2 Juli 2022

Kisah Umar bin Khattab Saat Menghadapi Wabah Tha’un ‘Awamas

- Senin, 6 April 2020 | 13:50 WIB
IMG_20200406_133922
IMG_20200406_133922

Pertama, memerintahkan gubernur Abu Ubaidah bin al-Jarrah untuk mengisolasi rakyatnya.


Kedua, mengurungkan perjalanannya menuju Damaskus. Pembatalan itu terjadi saat Umar bersama rombongan sudah sampai di Sargha, sebuah desa di wilayah Tabuk, setelah adanya kabar pandemi virus ‘Amawas di wilayah Damaskus.


Keputusan itu diambil setelah melalui musyarah yang cukup alot dengan para sahabat yang lain, dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Kemudian, Abd al-Rahman bin Auf menyampaikan pesan Nabi:


إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا


“Jika kalian mendengar adanya wabah di suatu negeri maka janganlah kalian memasukinya. Namun, jika terjadi wabah di tempat kalian berada maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad).


Umar memilih untuk menghindari wabah penyakit mematikan. Ia menjauhi satu tadir (terjangkit wabah) menuju takdir yang lain (selamat dari wabah).


Abu Ubaidah bin al-Jarrah (58 tahun), Muadz bin Jabal (38 tahun) lebih memilih takdir yang pertama, hingga mereka rela mati syahid menghadapi wabah penyakit tersebut. Selain mereka, sahabat Nabi yang meninggal karena pandemi ‘Awamas tersebut adalah Abdurrahman bin Muaz, Yazid bin Abi Sufyan, al-Harits bin Hisyam, dan Suhail bin ‘Amr.


Sementara sahabat dekat Nabi yang memilih takdir kedua (menghindar dari wabah), selain Umar, adalah Abdurrahman bin Auf. Saat Abdurrahman mengambil alih kepemimpinan negeri Damaskus, ia mengajak masyarakat untuk menghindari wabah. Bersama Umar dan Abu Ubaidah bin al-Jarrah, Abdurrahman bin Auf adalah tiga sahabat pemuka Nabi yang mendapatkan jaminan masuk surga.


Para ahli sejarah mencatat, korban meninggal karena wabah penyakit ‘Awamas mencapai 25 ribu orang. ‘Awamas adalah wabah penyakit pertama yang terjadi di dunia Islam pasca wafatnya Nabi, walaupun di zaman Nabi pernah terjadi wabah penyakit serupa namun tidak menyerang umat Islam, yakni pada tahun keenam Hijrah.


Bagi siapapun umat Muslim yang tertimpa wabah ini, ingatlah hadits Nabi dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang thaun (wabah penyakit yang mematikan). Beliau memberitahuku bahwa thaun adalah:

Halaman:

Editor: Nisa Muslimah

Tags

Terkini

Remaja Mushola, PD Tampil sebagai MC

Jumat, 10 Juni 2022 | 19:38 WIB

Pesantren Kilat: Singkat, tetapi Bermakna

Kamis, 9 Juni 2022 | 15:30 WIB
X