• Kamis, 30 Juni 2022

Ambruknya Harga Saham BCA, Harta Duo Hartono Susut Hingga Ratusan Triliun

- Minggu, 28 Juni 2020 | 17:47 WIB
IMG_20200628_172045
IMG_20200628_172045


Jakarta, KlikAnggaran.com — Pada perdagangan hari ini, harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)  terkena auto reject  sehingga tidak bisa lagi diperdagangkan di posisi yang lebih rendah. Pasalnya, saham BCA hingga sesi I turun 7% atau 1.750 poin ke harga Rp23.350 per saham dnegan kapitalisasi pasar Rp573,22 triliun.


Padahal, di awal tahun, pada 2 Januari 2020 harga saham BCA masih berada di angka Rp33.450 per saham dengan kapitalisai pasar Rp821,17 triliun .Apabila dihitung harga saham BCA sejak awal tahun hingga hari ini telah ambruk 10.100 poin atau 30,19%. Dan, kapitalisasi pasar BCA drop sebesar Rp247,95 triliun dari awal tahun hingga saat ini.


Diketahui, Saham BCA dimiliki oleh PT Dwimuria Investama Andalan. Dimana, Pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan yang berbasis di Kudus ini adalah Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono.


Alhasil, dengan turunnya kapitalisasi pasar kekayaan duo Hartono tersebut pun harus susut sesuai dengan pelemahan saham BCA yang senilai Rp247,95 triliun.


Selain BCA, dua Hartono ini juga tercatat memiliki perusahaan rokok Djarum, brand alat elektronik seperti Polytron, real estate di Jakarta, dan perusahaan gaming


Sebagai informasi, Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) (BBCA) didirikan di Indonesia tanggal 10 Agustus 1955 dengan nama "N.V. Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory" dan mulai beroperasi di bidang perbankan sejak tanggal 12 Oktober 1956.


Pada tanggal 11 Mei 2000, BBCA memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Saham Perdana BBCA (IPO) sebanyak 662.400.000 saham dengan jumlah nilai nominal Rp500 dengan harga penawaran Rp1.400 per saham, yang merupakan 22% dari modal saham yang ditempatkan dan disetor.


Sebagai bagian dari divestasi pemilikan saham Republik Indonesia yang diwakili oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Penawaran umum ini dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 31 Mei 2000


Sumber: wartaekonomi

Halaman:

Editor: Nisa Muslimah

Tags

Terkini

Impor Energi China dari Rusia Terus Melonjak!

Jumat, 20 Mei 2022 | 21:38 WIB

Bankir JPMorgan Memperingatkan Risiko Ekonomi AS

Selasa, 5 April 2022 | 07:05 WIB
X