Wamen 1 BUMN Bungkam Soal Dugaan Intervensinya Terhadap Tim Tender Kilang Olefin TPPI Tuban

- Minggu, 25 Juli 2021 | 16:13 WIB
Pahala Nugraha Mansury 001
Pahala Nugraha Mansury 001


Pekanbaru,Klikanggaran.com - Wakil Menteri 1 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pahala Nugraha Mansury, kembali bungkam ketika dimintakan klarifikasi dan konfirmasi kedua kalinya mengenai dugaan intervensi dirinya terhadap pelaksanaan Tender Kilang Olefin TPPI dengan total nilai pekerjaan senilai Rp50 Triliun.


Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) telah melayangkan Surat Konfirmasi dan Klarifikasi Elektronik kedua melalui pesan Whatsapp kepada Wamen 1 BUMN pada 23 Juli 2021. Hingga Minggu (25-7-2021) siang, ia belum memberikan sepotong keterangan pun, alias bungkam


CERI juga telah mengirimkan tembusan surat itu kepada Menteri BUMN, jajaran Dewan Komisaris Pertamina, Dewan Direksi Pertamina, Dewan Komisaris PT Kilang Pertamina Internasional, Dewan Direksi PT Kilang Pertamina Internasional, dan Tim Tender.


Sebelumnya, pada 17 Juli 2021 lalu, CERI juga sudah juga melayangkan Surat Konfirmasi dan Klarifikasi Elektronik pertama kepada Wamen 1 BUMN. Namun, tidak ada keterangan atau pun bantahan sama sekali. Belakangan, dilansir liputan6.com pada 20 Juli 2021, Wamen 1 BUMN membantah telah mengintervensi lelang tersebut.


Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, mengungkapkan dalam perbincangannya melalui pesan Whatsapp dengan Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, Djoko Priyono, pada 19 Juli 2021, Djoko tak dapat mengelak tentang adanya indikasi intervensi Wamen 1 BUMN terhadap proses tender Kilang Olefin TPPI.


"Saya utarakan adanya bukti pesan Whatsapp dari Djoko Priyono kepada Komut PT Pertamina yang menyebutkan bahwa gagasan penurunan porsi PT Rekind dari 17% menjadi 2% pada JO Hyundai Co Ltd merupakan arahan dari Wamen 1 BUMN. Dia tidak membantah adanya pesan Whatsapp seperti itu," ungkap Yusri.


Dikatakan Yuari, malahan Djoko kala itu mengakui bahwa pesan Whatsaap itu merupakan jawaban dirinya atas pertanyaan Komut Pertamina kepadanya.


"Itu sebenarnya karena Pak Komut bertanya saya report seperti itu, dan saat itu dengan Pak Wamen bukan di forum pembahasan Olefin TPPI tapi di forum after meeting pembahasan perihal mitigasi potensi US Sungsion ke GRR Tuban dan saya lisan saja ngomongnya dan 2 point tersebut juga belum kita follow up, sedangkan poin yang kita follow up hanya sanggahan saja sudah kita submit karena mengikuti aturan tender harus dijawab segera," ungkap Yusri membeberkan isi pesan Whatsapp Djoko Priyono kepada dirinya saat itu.


Sebelumnya, pada 15 Juli 2021 Yusri juga sudah mengajukan pertanyaan kepada Djoko Priyono. "Infonya ada intervensi Wamen1 BUMN terkait usulan penuruan porsi Rekind di dalam konsorsium?," tanya Yusri pada Djoko Priyono kala itu.

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

X