• Jumat, 21 Januari 2022

Imbas Covid-19, Ribuan Anak Indonesia Berpotensi Yatim Piatu

- Rabu, 21 Juli 2021 | 21:42 WIB
images (18)
images (18)


Jakarta,Klikanggaran.com - Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Selama dua tahun ini perayaaan HAN harus dilakukan dalam kondisi pandemi Covid-19, tentu saja penuh keprihatinan. Apalagi pada Juli 2021 ini, ketika kasus Covid-19 di Indonesia angkanya terus melonjak, meskipun jumlah penambahan kasus baru Covid-19 RI belakangan sempat menurun.


Seiring peningkatan kasus Covid-19, angka kematian akibat Covid juga mengalami peningkatan. Total kumulatif kasus Covid-19 yang ditemukan di Indonesia sejak Maret 2020 hingga Selasa (20-7) berjumlah 2.950.058 kasus. Dari jumlah tersebut, pasien Covid-19 di Indonesia yang meninggal dunia sebanyak 76.200 orang.


“Jumlah itu menggambarkan bahwa tidak sedikit anak-anak Indonesia yang  kehilangan Ayah atau Ibunya, bahkan kehilangan keduanya karena  meninggal akibat sakit Covid-19," ujar Retno Listyarti, Komisioner KPAI, melalui keterangannya, Rabu (21-7).


Dikatakan Retno, pandemi Covid-19 ini tidak hanya dilihat dari sisi angka-angka statistik saja, ada sisi manusiawi lain yang juga harus dapat perhatian, yaitu dampak langsung pada yang sakit dan keluarga, khususnya anak-anak.


“Pandemi Covid-19 telah muncul sebagai krisis atas hak anak. Anak-anak kehilangan orang tua dan pengasuhnya karena virus covid-19, membuat mereka sangat rentan dan tanpa pengasuhan orang tua”, ungkap Retno.


Menurut Retno, jika merujuk pada kasus corona di India per data 5 Juni 2021 usai kasus covid melonjak di India, sebanyak 3.632 anak menjadi yatim piatu karena kedua orangtuannya meninggal akibat Covid-19. Kemudian 26.176 anak yang kehilangan salah satu orangtuanya karena covid-19. Data serupa bisa saja menimpa anak-anak Indonesia pasca lonjakan kasus covid di Indonesia dua bulan terakhir.


"Di India, kebanyakan dari mereka meninggal saat peningkatan kasus dan kematian di India pada April hingga Mei 2021.Saat ini, dikabarkan pemerintah India menyediakan anggaran amat besar untuk kehidupan anak-anak ini. Pemerintah India telah mengumumkan langkah-langkah untuk membantu anak-anak tersebut," tutur Retno.


"Salah satunya adalah, bantuan uang senilai 1 juta rupee (setara dengan Rp 195 juta), yang akan diberikan kepada setiap anak sebagi tunjangan, dari usia 18 hingga 23 tahun. Dana tersebut diberikan melalui skema PM-CARES,” sambungnya.


Selain dari Pemerintah Pusat, kata Retno, Pemerintah negara bagian di India juga telah mengumumkan berbagai insiatif untuk membantu anak-anak yang kehilangan orang tuanya akibat pandemi corona.

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

X