• Rabu, 26 Januari 2022

Kejagung Periksa Petinggi PT Antam terkait Kasus Jual-Beli Saham IUP Batu Bara

- Kamis, 29 April 2021 | 22:16 WIB
Kejagung
Kejagung


Jakarta,Klikanggaran.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengirimkan perintah utama dalam menyidik ​​dugaan kasus korupsi saat proses jual-beli saham Izin Usaha Pertambangan (IUP) Batu Bara Sarolangun, Jambi. Kejaksaan Agung melakukan gelar perkara yang terkait dengan kasus-kasus tersebut.


Penyidik ​​Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung), Febrie Adriansyah, mengatakan kasus IUP Batu Bara Sarolangun merupakan salah satu kasus besar pada tahun 2017. Kasus itu adalah salah satu dari 16 kasus yang mangkrak dan menjadi pembahasan serius oleh Kejaksaan Agung.


"Batu bara Antam (PT Antam) di Jambi memang termasuk tunggakan yang akan kami selesaikan," ujar Febrie, Kamis (29-4).


Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer, mengatakan pihaknya memanggil sejumlah saksi dalam penyidikan kasus jual beli saham Izin Usaha Pertambangan (IUP) Batubara di Kabupaten Sarolangun.


Terdapat tiga saksi yang diperiksa, antara lain HW selaku Direktur Operasional PT Antam, DM selaku Senior Manager Legal PT Antam dan LW, mantan Legal PT Antam yang saat ini menjabat Legal PT Timah Tbk.


"Saksi-saksi yang diperiksa dalam rangka mengungpulkan bukti dan fakta hukum terjadinya pidana," ujarnya melalui keterangan pers, Kamis (29-4).


Sebelumnya, untuk diketahui, Kasus Izin Usaha Pertambangan (IUP) Batu Bara di Sarolangun berliku dan memakan waktu cukup panjang, 12 tahun lebih atau satu setengah windu, sejak berita acara penyelidikan Satgasus P3TPK Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung dikeluarkan pada 19 September 2008 silam.


Saat itu, tim yang kasus kasus tersebut diketuai oleh Lila Nasution SH M.Hum. Tim menyimpulkan bahwa telah ditemukan dugaan dugaan kewenangan dalam memberikan izin Usaha Pertambangan (IUP) Bupati Sarolangun kepada PT Sarolangun Bara Prima, PT Tamarona Mas International dan PT Citra Toba Sukses Perkasa yang berhubungan dengan pengambilalihan IUP Batu Bara dengan cara membeli saham PT Citra Tobindo Sukses Perkasa oleh PT Indonesia Coal Resources (anak perusahaan PT ANTAM Tbk) yang merugikan keuangan negara sebesar Rp91,5 miliar.


Berdasarkan fakta perbuatan yang telah diuraikan di atas, Tindak Pidana Korupsi Penyimpangan Dalam Proses Pengalihan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Batu Bara seluas 400 hektar di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi dari PT Citra Tobindo Sukses Perkasa kepada PT Indonesia Coal Resources (anak perusahaan PT ANTAM) Tbk) telah memenuhi pasal 2 ayat (1) subsider pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

X