• Sabtu, 20 Agustus 2022

Nama Anggota BPK dan Artis Cita Citata Terseret di Sidang Fee Bansos Corona

- Senin, 8 Maret 2021 | 23:14 WIB
PicsArt_03-08-11.11.07
PicsArt_03-08-11.11.07


Jakarta,Klikanggaran.com - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako Covid-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos, Matheus Joko Santoso, mengaku soal mengumpulkan kutipan fee dari rekanan penyedia bantuan sosial (bansos) sebesar Rp16,7 miliar.


Dari jumlah tersebut, Matheus menerangkan uang yang diserahkan kepada Juliari P Batubara--saat menjadi Menteri Sosial-- hanya Rp14,7 miliar. Hal tersebut diungkapnya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/3).


Di hadapan majelis hakim tipikor, Matheus mengaku perbuatannya itu berdasarkan perintah langsung Juliari.


"Apa saja rinciannya?" tanya jaksa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, seperti dilaporkan CNN Indonesia, Senin (8-3).


"Benar kurang lebih segitu [dana yang disetor]," jawab Matheus.


Matheus yang merupakan PPK di Kemensos itu dihadirkan dalam persidangan tersebut sebagai saksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.


Dalam keterangannya, Matheus berujar uang tersebut digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti membayar jasa pengacara hingga kunjungan kerja ke Semarang.


Dia mengatakan uang yang diperoleh dari rekanan penyedia bansos juga mengalir ke sejumlah pihak lainnya di lingkungan Kementerian Sosial.


Mereka adalah Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos), Pepen Nazaruddin, Rp1 miliar; Kepala Biro Perencanaan, Adhy Karyono, Rp550 juta; Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi, Amin Rahardjo, Rp100 juta.

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

Pemda Luwu Utara Serahkan KUA-PPAS APBD 2023 ke DPRD

Jumat, 19 Agustus 2022 | 20:32 WIB
X