• Sabtu, 27 November 2021

ICW Ungkap Polri Belanja Alat Pengaman Demo Rp408,8 Miliar

- Minggu, 11 Oktober 2020 | 19:15 WIB
Wana Alamsyah
Wana Alamsyah


Jakarta,Klikanggaran.com - Indonesia Corruption Watch (ICW), menemukan data bahwa Polri telah berbelanja senilai Rp408,8 miliar yang diduga untuk keperluan pengamanan demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja sejak September 2020.


"Diduga berkaitan dengan antisipasi aksi massa penolakan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law," kata peneliti ICW, Wana Alamsyah, melalui keterangan resmi, (8-10).


Berdasarkan data ICW, kata Alamsyah, Polri sudah belanja sejak pertengahan September lalu. Sementara Omnibus Law UU Cipta Kerja sendiri baru disahkan Rapat Paripurna DPR pada 5 Oktober. Dengan kata lain, ICW menduga Polri memang sudah memprediksi akan terjadi gelombang unjuk rasa yang besar menolak Omnibus Law UU Ciptaker.


"Merujuk data Sistem Layanan Penyediaan Secara Elektronik (LPSE) Polri, ICW menyatakan ada lima paket belanja yang diduga berkaitan dengan demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Ciptaker," jelasnya.


Pertama adalah pengadaan command control system for intelligence target surveillance yang dikategorikan sebagai tambahan dan dibelanjakan pada 16 September 2020. Nilai pengadaan untuk paket tersebut sebesar Rp179,4 miliar dengan satuan kerja yang menggunakannya adalah Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri.


Kedua, belanja helm dan rompi anti peluru Brimob pada 21 September. Dalam LPSE tertulis dituliskan bahwa paket pengadaan tersebut dikategorikan sebagai anggaran mendesak-APBNP.


"Nominal belanja helm dan rompi antipeluru sebesar Rp90,1 miliar. Pembelian dilakukan untuk satuan kerja di Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri," ungkap Wana.


Ketiga, pembelian peralatan tactical mass control device yang dikategorikan sebagai kebutuhan mendesak-APBNP. Satuan kerja yang membelanjakan hal tersebut adalah SLOG Polri pada 28 September 2020 dengan nilai sebesar Rp66,5 miliar.


Keempat, belanja alat counter UAV and Surveillance Korbrimob yang dikategorikan sebagai anggaran mendesak. Peralatan itu dibelanjakan pada 25 September 2020 dengan nilai pengadaan mencapai RP69,9 miliar.

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

X