• Kamis, 28 Oktober 2021

Tito Sebut  Virus Covid-19 Bisa Melemah Sendiri dengan Kombinasi Proses Herd Immunity

- Senin, 10 Agustus 2020 | 11:37 WIB
IMG_20200810_112502
IMG_20200810_112502


Jakarta, KlikAnggaran.com — Virus Corona (Covid-19)  kemungkinan bisa melemah dnegan sendirinya, hal ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.  Menurut Tito, karena hal ini menjadi skenario akhir penanda berakhirnya pandemi corona yang telah mewabah di dunia selama ini.


"Lalu skenario yang terakhir adalah virusnya melemah sendiri. Kita percaya virus ini dari Tuhan, dan Tuhan yang bisa menyelesaikannya," kata Tito dalam webinar bertema 'Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19' yang diakses di kanal Youtube Taruna Merah Putih (TMP), Senin (10/8).


Lebih lanjut, Tito menyatakan kasus virus yang melemah dengan sendirinya pernah terjadi saat dunia dilanda pandemi Spanish Flu atau flu spanyol pada medio tahun 1918-1920 silam. Tito menyatakan pandemi itu bisa berakhir karena virusnya melemah sendiri serta dikombinasikan dengan proses herd immunity.


Herd immunity merupakan kondisi saat sebagian besar orang dalam suatu kelompok tertular lalu sembuh dan memiliki kekebalan terhadap penyakit infeksi tertentu. Penerapan herd immunity secara alamiah artinya membiarkan orang-orang terinfeksi virus hingga 70 persen.


Alhasil, kata Tito, virus influenza saat ini dianggap hanya sekadar penyakit biasa karena seiring berjalannya waktu melemah dengan sendirinya.


"Sampai hari ini, kita alami sendiri seperti flu dan seperti penyakit biasa, antara tahun 1920 itu penyakit mematikan," kata Tito.


Virus melemah sendiri adalah skenario ketiga berakhirnya pandemi. Dua skenario awal menurutnya adalah saat vaksin ditemukan dan ketika terjadinya herd immunity yaitu kekebalan kelompok.


Tito menyatakan saat ini negara-negara di dunia tengah berlomba mencari vaksin yang cocok untuk melawan virus corona. Ia mengatakan sudah ada dua kandidat vaksin corona yang berasal dari China dan Inggris yang sedang memasuki fase uji klinis tahap tiga.


Ia berharap paling lambat bulan Desember 2020 vaksin tersebut bisa melewati uji klinis fase ketiga bila cocok dengan virus corona yang ada di Indonesia.

Halaman:

Editor: Nisa Muslimah

Tags

Terkini

X