• Rabu, 29 Juni 2022

Sambut Hari Pahlawan, eSPeKaPe Minta Jalan Perwira Diganti Jalan Ibnu Sutowo

- Rabu, 8 November 2017 | 23:42 WIB
images_berita_Okt17_TIM-Ibnu
images_berita_Okt17_TIM-Ibnu

Jakarta, Klikanggaran.com (9/11/2017) - Surat resmi bernomor 16/KU/eSPeKaPe/X/2017 tertanggal 16 Oktober 2017, telah dilayangkan oleh Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe), kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat yang berisi permohonan adanya jalan bernama Ibnu Sutowo, sebagai pengganti Jalan Perwira, Jakarta Pusat tersebut, disampaikan pada Presiden pada Rabu, (8/11/2017).

Dalam executive summary yang menjadi lampiran surat eSPeKaPe berjudul Ibnu Sutowo Pahlawan Minyak dan Gas Bumi, Ketua Umum eSPeKaPe, Binsar Effendi Hutabarat, mengungkapkan alasannya meminta ada jalan bernama Ibnu Sutowo.

Ibnu Sutowo lahir di Yogyakarta, 23 September 1914 dan meninggal karena sakit dalam usia 86 tahun pada hari Jumat, 12 Januari 2001, sekitar pukul 05.04 WIB, di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta Selatan. Ibnu Sutowo anak ketujuh Raden Sastrodiredjo, mantan wedana ,dan keturunan ke-13 Sultan Pajang. Sehingga Ibnu Sutowo tak pernah kesulitan masuk sekolah. Demikian Binsar Effendi Hutabarat mengawali biografi singkat Ibnu Sutowo.

Hal tersebut menurut Binsar dibuktikan dengan Ibnu Sutowo selama 10 tahun belajar di sekolah kedokteran Nederlandsche Artsen School (NIAS) Surabaya dan meraih gelar Indisch arts. Setelah itu, Ibnu Sutowo menjalankan masa dinas kedokterannya di Palembang dan Martapura. Pada masa Kemerdekaan, Ibnu Sutowo sempat menjabat Kepala Rumah Sakit Umum Plaju, Palembang, dan Kepala Jawatan Kesehatan Tentara se-Sumatra Selatan.

Pertamina (Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara), tutur Binsar Effendi, kehilangan seorang yang menjadi pendirinya, Letnan Jenderal (Purn) TNI Angkatan Darat Prof. Dr. H Ibnu Soetowo DSc. Sebagai sosok mantan Direktur Utama Perusahaan Minyak dan Gas Bumi (Migas) terbesar di tanah-air, yang baru lima bulan menikmati usia 86 tahun, kemudian meninggal dunia. Jenazah Ibnu Sutowo dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta Selatan, dengan upacara militer yang dipimpin oleh Panglima TNI Laksamana TNI AL Widodo A.S.

Ketua Umum eSPeKaPe mengatakan, dalam perjalanan sejarah perjuangan bangsa (PSPB), Ibnu Sutowo adalah seorang dokter tamatan pendidikan kedokteran NIAS di Surabaya pada tahun 1940. Semasa perang kemerdekaan, Ibnu Sutowo merasa terpanggil dan direkrut menjadi tentara dengan pangkat Tituler Mayor, dan ditetapkan sebagai Kepala Jawatan Kesehatan Tentara di Sumatera Selatan pada 1946-1947. Pada 5 September 1955 sampai 2 Juli 1956, Ibnu Sutowo ditunjuk sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) TT-II Sriwijaya ke-4 yang menggantikan Letkol Bambang Utoyo.

Oleh karena Migas merupakan andalan setempat, pemerintah daerah lalu mendirikan Perusahaan Minyak Republik Indonesia (Permiri) sebagai pengelola pertambangan. Ibnu Sutowo duduk sebagai pengurus Permiri. Sejak itu pula Ibnu Sutowo belajar secara langsung dari lapangan, menimba seluk-beluk pengelolaan migas sambil memetik Zaleha, anak pasirah dari Martapura, Sumatera Selatan, sebagai istrinya. Itulah sebabnya oleh Presiden Soekarno (Bung Karno), ditunjuklah Ibnu Sutowo sebagai Menteri Minyak dan Gas Bumi ke-3 pada masa bakti 28 Maret 1966 - 25 Juli 1966, menggantikan Armunanto.

Sebelumnya, pada bulan Oktober 1957, KSAD, Jenderal Abdul Haris Nasution, menunjuk Ibnu Sutowo yang saat itu berpangkat Kolonel untuk mengelola PT Tambang Minyak Sumatera Utara (TMSU) atau PT Permina (Pertambangan Minyak Nasional Indonesia). Pada 20 Agustus 1968, perusahaan ini digabung dengan perusahaan minyak milik negara lainnya menjadi Pertamina. Dan, Presiden Soeharto kemudian menunjuk Kolonel Ibnu Sutowo sebagai Direktur Utama Pertamina pada 1968-1976.

Ibnu Sutowo dengan demikian adalah mantan tokoh militer Indonesia dan tokoh yang mengembangkan Permina, yang kemudian berubah menjadi Pertamina. Saat menjadi Direktur Utama Pertamina, Ibnu Sutowo langsung melakukan konsolidasi organisasi secara pragmatis dan pembinaan personal dalam semangat belajar sambil bekerja, yang diwujudkan lewat pendidikan internal, serta melakukan inventarisasi material dan efisien.

Halaman:

Editor: Kit Rose

Tags

Terkini

Minyak Mentah Rusia Lebih Banyak Diimpor Uni Eropa

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:40 WIB
X