12 Tahun Kekuasan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Berakhir

- Senin, 14 Juni 2021 | 02:04 WIB
E3xRQHhWEAQ56Ks
E3xRQHhWEAQ56Ks


Jakarta,Klikanggaran.com - Kekuasaan Perdana Menteri Israel Netanyahu">Benjamin Netanyahu selama 12 tahun akan berakhir pada Minggu (13/6) saat parlemen memberikan suara pada pemerintah baru dari pihak oposisi. Parlemen Israel, Knesset, menggelar pemungutan suara untuk mengesahkan pemerintahan baru mengakhiri kabinet Perdana Menteri, Netanyahu">Benjamin Netanyahu, pada Minggu sore (13-6).


Melansir Reuters, Minggu (13-6-2021), Netanyahu yang kini berumur 71 tahun merupakan politisi Israel yang ternama di generasinya, tapi gagal membentuk pemerintahan setelah pemilu Israel keempat pada 23 Maret lalu. Setelah parlemen Israel memberikan suara untuk menyepakati pemerintahan baru dari oposisi.


Kabinet baru akan dilantik, setelah mosi tidak percaya Knesset yang diperkirakan akan menang. Disusun oleh pemimpin oposisi tengah Yair Lapid dan ultra nasionalis Naftali Bennet.


Bennet, seorang milioner hi-tech hawkish, akan menjabat sebagai perdana menteri selama dua tahun sebelum Lapid, mantan pembawa acara TV populer mengambil alih. Mereka akan memimpin pemerintahan yang terdiri dari partai-partai dari seluruh spektrum politik.


Namun, perubahan pemerintahan ini akan berdampak bagi Palestina? Bennet kemungkinan akan tetap menerapkan kebijakan sayap kanan yang sama dengan Netanyahu.


Netanyahu yang biasa dipanggil 'Bibi' ini sudah menjadi wajah Israel karena sudah menjabat menjadi Perdana Menteri pada 1990-an, dan sejak 2009 memenangkan empat periode berturut-turut pemilu di Israel. Selama ini Netanyahu dicintai oleh pendukung garis keras dan dibenci oleh para kritikus.


Saat bersamaan jelang berakhirnya kekuasaan Netanyahu, terjadi perayaan oleh lawan-lawannya untuk menandai berakhirnya era Netanyahu dimulai pada Sabtu malam di luar kediaman resminya di Yerusalem. Tempat protes mingguan terhadap pemimpin sayap kanan selama setahun terakhir.


Dimana spanduk hitam membentang di dinding 'bye bye, Bibi, bye bye'. Dimana para demonstran sambil bernyanyi, menabuh drum serta menyanyi.


Namun, bagi pemilih Netanyahu yang besar dan setia, kepergian 'Raja Bibi' masih sulit diterima. Pendukungnya marah dianggap Bibi berdedikasi melawan tekanan internasional yang mengarah pada negara Palestina.

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

X