• Rabu, 29 Juni 2022

WHO Serukan Setidaknya 10% Populasi di Suatu Negara Sudah Divaksin

- Selasa, 25 Mei 2021 | 04:54 WIB
PicsArt_05-25-04.51.19
PicsArt_05-25-04.51.19


Mancanegara, Klikanggaran.com

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, setidaknya 115.000 petugas kesehatan di dunia telah meninggal karena COVID-19 sejak awal pandemi. Untuk itulah WHO menyerukan peningkatan dramatis vaksinasi di semua negara.

 

Pada pembukaan pertemuan tahunan utama WHO, Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji pengorbanan yang dilakukan oleh petugas kesehatan di seluruh dunia untuk memerangi pandemi.

 

"Selama hampir 18 bulan, petugas kesehatan dan perawatan di seluruh dunia telah berdiri di celah antara hidup dan mati," kata Tedros.

 

"Mereka telah menyelamatkan nyawa yang tak terhitung jumlahnya dan berjuang untuk orang lain yang, meskipun upaya terbaik mereka, lolos.

 

"Banyak yang terinfeksi, dan meskipun pelaporannya sedikit, kami memperkirakan bahwa setidaknya 115.000 pekerja kesehatan dan perawatan telah membayar harga tertinggi untuk melayani orang lain."

 

Dia mengatakan sejak awal krisis, banyak petugas kesehatan merasa frustrasi, tidak berdaya dan tidak terlindungi, dengan kurangnya akses ke alat pelindung diri dan vaksin.

 

Dan mereka tidak sendiri. Dia menggambarkan ketidakadilan keseluruhan dalam akses ke vaksin sebagai skandal, memperingatkan bahwa hal itu melanggengkan pandemi.

 

"Jumlah dosis yang diberikan secara global sejauh ini sudah cukup untuk mencakup semua petugas kesehatan dan lansia jika telah didistribusikan secara merata," katanya.

 

Tidak ada cara diplomatik untuk mengatakannya. Sekelompok kecil negara yang membuat dan membeli sebagian besar vaksin dunia mengendalikan nasib negara-negara lain di dunia.

 

Dia mendesak negara-negara yang memiliki stok besar vaksin untuk membagikannya, dan kerja sama yang lebih besar untuk meningkatkan produksi dan distribusi suntikan.

 

WHO dan lainnya telah menciptakan COVAX, program berbagi vaksin global, tetapi tetap sangat kekurangan dana dan menghadapi kekurangan pasokan yang signifikan, menunda upaya untuk meluncurkan suntikan di negara-negara miskin.

 

"Kami telah mengirimkan setiap satu dari 72 juta dosis yang sejauh ini dapat kami peroleh ke 125 negara dan ekonomi," kata Tedros.

 

Namun dia menyesalkan bahwa dosis tersebut hanya cukup untuk menutupi 1 persen dari populasi gabungan di negara-negara tersebut.

 

Kepala WHO menekankan perlunya segera memperbaiki ketidakseimbangan tersebut.

 

"Hari ini, saya menyerukan negara-negara anggota untuk mendukung dorongan besar-besaran untuk memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasi setiap negara pada September," katanya, menyerukan agar cakupan diperluas hingga 30 persen pada akhir tahun.

 


14.890.933 penduduk Indonesia Telah divaksinasi

 

Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 hingga Minggu (23/05), sebanyak 14.890.933 penduduk Indonesia telah divaksinasi COVID-19.

 

Angka tersebut didapatkan setelah adanya penambahan sebanyak 75.267 orang yang divaksinasi COVID-19 dosis pertama, sementara itu, sebanyak 46.165 orang telah divaksinasi COVID-19 dosis kedua.

 

Sehingga total 9.871.664 penduduk di Indonesia telah divaksinasi dosis lengkap.

 

Adapun target pemerintah Indonesia dalam vaksinasi COVID-19 sebanyak 40.349.049 penduduk guna mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.


Editor: Administrator

Terkini

Minyak Mentah Rusia Lebih Banyak Diimpor Uni Eropa

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:40 WIB
X