• Sabtu, 25 Juni 2022

Sekjen PBB Mendesak WHO Setujui Sputnik V dan Menyebutnya 'Salah Satu Elemen Kunci' dalam Menyelesaikan Masalah Vaksinasi Global

- Kamis, 13 Mei 2021 | 07:34 WIB
vaksin rusia
vaksin rusia


KLIKANGGARAN-- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menyambut baik persetujuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atas vaksin Sputnik V Covid-19 Rusia, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, sambil memuji pentingnya suntikan vaksin dalam mengatasi pandemi, demikian dilansir RT.com.


PBB percaya bahwa "Sputnik V adalah salah satu elemen kunci yang akan memungkinkan kami untuk menyelesaikan masalah vaksinasi," kata Guterres setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Moskow pada hari Rabu.


Babinsa Sebubus Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan TPU


Guterres juga mengatakan bahwa dia sadar bahwa proses WHO untuk menyetujui vaksin tersebut "sedang berlangsung".


Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), yang mendistribusikan vaksin, telah mengajukan pendaftaran dipercepat Sputnik V oleh WHO pada Oktober tahun lalu.


Namun, badan kesehatan PBB masih belum menyetujui suntikan vaksin Rusia, meskipun kemanjurannya yang tinggi lebih dari 91% dalam uji coba, kurangnya efek samping yang signifikan, dan pujian dari komunitas ilmiah internasional. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis Inggris terkenal The Lancet awal tahun ini menemukan Sputnik V "aman dan efektif," dengan semua peserta uji coba mengembangkan antibodi penangkal Covid dan tidak ada yang menderita efek samping yang serius.


Pada hari Selasa, ketua PBB mengatakan bahwa WHO dapat memberi lampu hijau pada Sputnik V secepatnya pada bulan Juni atau Juli.


Musk Mengatakan Tesla Menunda Penggunaan Bitcoin dengan Alasan Dampak Lingkungan


Guterres juga berterima kasih kepada Rusia karena telah memberikan kesempatan kepada staf PBB untuk divaksinasi dengan Sputnik V. "Ini pertanda baik," katanya. Tawaran untuk mengalokasikan dosis gratis suntikan ini datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin tahun lalu. Banyak pegawai PBB di Rusia telah menerima suntikan tersebut, tetapi penggunaannya yang lebih luas oleh organisasi memerlukan persetujuan dari WHO.

Halaman:

Editor: Nisa Muslimah

Tags

Terkini

X