• Selasa, 18 Januari 2022

Belanda Lockdown Karena COVID-19, Warga Rela Antri Beli Ganja

- Selasa, 17 Maret 2020 | 14:56 WIB
IMG_20200317_145220
IMG_20200317_145220


Jakarta, KlikAnggaran.com — Panic buying membeli segala macam barang kebutuhan sehari-hari terjadi saat beberapa negara di daratan Eropa mengumumkan kebijakan melakukan self-isolation, karantina, sampai lockdown menghadapi pandemi Novel Coronavirus atau COVID-19. Mulai Italia, Spanyol, sampai Britania Raya--yang berada di British Isles, terpisah dari Benua Eropa atau The Continent--suasana ini terasa sejak pekan lalu.


Namun, alih-alih ikut serta dalam situasi panic buying kebutuhan sehari-hari seperti negara-negara di sekitarnya, warga Kerajaan Belanda menunjukkan prioritas soal persiapan lockdown. Dan hal ini disorot serta trending di pelbagai media Benua Eropa. [suara.com]


Berdasarkan pengumuman pemerintah, kebijakan pemerintah Kerajaan Belanda adalah menutup kafe, restoran, klub tontonan dewasa, mulai pukul 18.00 waktu setempat pada 15 Maret 2020 dan berlaku efektif sampai 6 April 2020, demikian dikutip dari France 24.


Alih-alih berburu kebutuhan yang diperlukan selama karantina mandiri, para pengguna ganja atau cannabis rela mengantri dengan tertib untuk mendapatkan barang kebutuhan mereka--yang tidak masuk kelompok grocery.


Terlihat sejumlah warga di Belanda mengantre membeli ganja. Mereka ingin tetap bisa rileks selama masa isolasi virus Corona. Pemandangan tersebut terjadi di salah satu cafe di Belanda. Dilansir France24, Selasa (17/3/2020), para penghisap ganja ingin tetap tenang dan rela antre untuk membeli ganja pada Minggu, setelah pemerintah menginstruksikan penutupan toko demi menghindari wabah.


"Tetap saja mereka "Keep Calm and Carry On" (motto ini terkenal sebagai pembangkit semangat bagi warga Britania Raya dalam Perang Dunia II menghadapi Jerman), mengantri secara tertib di pelbagai kedai kopi yang di Negeri Belanda, pada Hari Minggu (15/3/2020), tanpa peduli adanya ancaman Coronavirus," demikian tulis France 24.


Banyak pelanggan ganja itu berbaris sebelum toko tutup. Mereka ingin menyimpan stok ganja selama lockdown berlangsung.


Sebuah kedai kopi terkenal di Amsterdam, telah menjadi salah satu potret yang terkenal di Belanda selain klub seks di distrik red light (lampu merah). Mereka diperintahkan untuk tutup pada pukul 18.00 waktu setempat bersama dengan semua bar dan restoran.


"Untuk mungkin selama 2 bulan ke depan, kita tidak bisa mendapatkan ganja. Jadi sepertinya akan baik bila kita menyimpan beberapa stok di rumah," ujar Jonathan, salah satu pembeli ganja di Point Coffee Shop, di Hague.

Halaman:

Editor: Nisa Muslimah

Tags

Terkini

Gelombang Tsunami dari Tonga Tiba di California

Minggu, 16 Januari 2022 | 06:52 WIB

Omicron: Belanda Lockdown Mulai Minggu Pagi Ini

Minggu, 19 Desember 2021 | 07:28 WIB
X