• Minggu, 5 Desember 2021

Pendiri Telegram: WhatsApp Bisa Diretas! Coba Bezos Pakai Telegram

- Selasa, 4 Februari 2020 | 05:39 WIB
pavel durov telegram
pavel durov telegram


Klikanggaran.com--Ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, dikabarkan diretas melalui file video yang dikirim via WhatsApp. Video tersebut mengandung malware via WhatsApp. Akibatnya, data penting di ponsel iPhone X Bezos bocor.


Facebook selaku pemilik WhatsApp mengklaim kelemahan bukan di WhatsApp melainkan di sistem operasi iOS. Namun, pendiri dan CEO Telegram,  Pavel Durov, berpendapat lain. Ia menyatakan bahwa WhatsApp berbahaya sebab mempunyai banyak bug atau celah keamanan. Seandainya Bezos memakai Telegram, menurut Pavel, ia takkan kebobolan.


"Cacat keamanan ini tidak ada di layanan messaging lain di iOS. Seandainya Jeff Bezos mengandalkan Telegram ketimbang WhatsApp, dia tidak akan diperas oleh orang yang melacak komunikasinya," paparnya lebih lanjut.


WhatsApp diketahui mengandalkan penyandian atau enskripsi end to end, di mana diklaim pesan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima. Tapi menurut Durov, teknologi itu tidak secara absolut dapat melindungi privasi user.


Ia mengklaim, ada backdoor atau pintu belakang di WhatsApp yang dimanfaatkan aparat. "Aparat tidak senang dengan enskripsi, memaksa developer aplikasi menanam celah di aplikasinya," klaim Durov.


"Saya tahu karena telah didekati beberapa dari mereka dan menolak kerja sama. Hasilnya, Telegram dilarang di beberapa negara di mana WhatsApp tak bermasalah dengan otoritas, yang paling mencurigakan adalah di Rusia dan Iran," imbuhnya.


Ia tidak sepakat bahwa masalah pembajakan ponsel Bezos ada di iOS seperti klaim Facebook. "Masalah ini tidak spesifik iOS tapi spesifik WhatsApp," cetus Durov.


Telegram telah menghadirkan perlindungan enkripsi di Telegram jauh sebelum WhatsApp melakukannya. Teknologi itu tak sepenuhnya aman terkait beberapa faktor.


Saat ini Telegram memiliki sekitar 300 juta pengguna, sedangkan WhatsApp 1,5 miliar. Durov pun mengakui pendapatnya mungkin agak bias.

Halaman:

Editor: Tim Berita

Tags

Terkini

X