• Kamis, 26 Mei 2022

Rusia Siapkan Kelompok Peretas untuk Serang Negara Lain

- Jumat, 30 Desember 2016 | 02:52 WIB
images_MK-Rusia
images_MK-Rusia

Klikanggaran.com (30-12-2016) -- Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, mengatakan negara itu telah terkena 6500 kali peretasan. Satu serangan peretasan ditargetkan pada Kas Negara sehingga sistem lembaga itu terhenti untuk beberapa hari, yang berarti pegawai negeri dan pensiunan negara itu tidak akan menerima gaji atau pembayaran tepat waktu.

(Baca juga: 6500 Kali Peretas Rusia Serang Ukraina)

Perusahaan keamanan Cyber, CrowdStrike, mengatakan pekan lalu sekelompok peretas terkait dengan pemerintah Rusia cenderung menggunakan implan malware pada perangkat Android untuk melacak dan menargetkan unit artileri Ukraina dari akhir 2014 sampai 2016.

Temuan terbaru CrowdStrike tampak mendukung pandangan yang berkembang di kalangan pejabat keamanan Barat dan peneliti keamanan cyber bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin semakin mengandalkan peretasan untuk meningkatkan pengaruhnya dan menyerang musuh geopolitiknya. 

Namun, Rusia telah berulang kali membantah tuduhan hacking.

Poroshenko  berkomentar tentang peretasan itu setelah Obama berencana untuk mengumumkan langkah-langkah balasan terhadap Rusia yang meretas lembaga-lembaga politik  dan individu di AS dan membocorkan informasi dalam upaya untuk membantu Donald Trump memenangkan kursi kepresidenan. Trump telah menepis penilaian dari komunitas intelijen AS.

Pada bulan Desember 2015, perusahaan listrik daerah Ukraina, Prykarpattyaoblenergo, melakukan pemadaman listrik.  Pemadaman itu juga mengenai  ibukota wilayah Ivano-Frankivsk. Kantot keamanan negara Ukraina menyalahkan Rusia atas insiden tersebut.

Para ahli banyak menggambarkan insiden itu sebagai pemadaman listrik pertama yang diketahui disebabkan oleh serangan cyber.  Perusahaan cyber AS, iSightPartner, mengidentifikasi peretasan di lakukan oleh kelompok peretas Rusia yang dikenal sebagai "Sandworm".

Sebagai akibat dari serangan cyber, dewan keamanan Ukraina menyetujui langkah-langkah untuk melindungi lembaga-lembaga negara, demikian  kata pernyataan yang dikeluarkan kantor kepresidenan Ukraina seperti dikutip reuters. Namun, pernyataan itu tidak mengungkapkan apa langkah-langkah yang akan dilakukan itu. 

Halaman:

Editor: Kit Rose

Tags

Terkini

Israel Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertama

Sabtu, 21 Mei 2022 | 06:35 WIB

Rusia Tidak Akan Menggratiskan Gasnya!

Jumat, 20 Mei 2022 | 21:12 WIB
X