• Sabtu, 13 Agustus 2022

Inilah Penjelasan Pelatih atas Gagalnya Dua Ganda Putra di Korea Masters 2022 Maju ke 16 Besar

- Rabu, 13 April 2022 | 22:04 WIB
Pelatih ganda putra Indonesia, Aryono Miranat menyatakan, penyebab gagalnya dua ganda putra Indonesia maju ke 16 besar Korea Masters 2022 karena mereka bermain tidak sabar. (pbsi.id)
Pelatih ganda putra Indonesia, Aryono Miranat menyatakan, penyebab gagalnya dua ganda putra Indonesia maju ke 16 besar Korea Masters 2022 karena mereka bermain tidak sabar. (pbsi.id)

KLIKANGGARAN – Indonesia mengirimkan 3 ganda putra dalam kejuaraan Korea Masters 2022 yang berlangsung di Gwangju Yeonju Stadium, Korea Selatan dari 12-20 April 2022.

Ketiga ganda putra yang dikirim ke Korea Masters 2022 adalah pasangan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan pasangan Muhammad Shohibul Fikri/ Bagas Maulana.

Dari tiga pasangan ganda yang dikirim ke Korea Masters 2022, hanya satu pasangan yang maju ke babak 16 besar yaitu pasangan Muhammad Shohibul Fikri/ Bagas Maulana.

Baca Juga: Inilah Momen Anggota DPR HM yang Diduga Harvey Malaiholo saat Asyik nonton Video Porno Saat Rapat

Dua pasangan lainnya yaitu pasangan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin langsung kalah di babak pertama dan tersingkir dari ajang Korea Masters 2022.

Aryono Miranat, pelatih yang mendampingi ganda putra selama berlaga di Korea Masters menjelaskan kekalahan pasangan Leo/Daniel di babak 32 besar karena kurang sabar dan kurang kontrol dalam bermain.

Baca Juga: Shin Min Ah dan Lee Byung Hun Beradegan Ciuman di Our Blues, lalu Status Hubungan Kim Woo Bin dengan Shin?

“Untuk Leo/Daniel hari ini bermain kurang tenang dan kurang kontrol pada saat poin-poin akhir. Pengembalian bola selalu ingin keras baik smash atau drivenya, jadi malah terserang balik,” jelas Aryono.

Sementara kekalahan yang dialami Parmudya/Yeremia salah satunya disebabkan akurasi pengembalian bola yang masih kurang.

“Bagi Pramudya/Yeremia kurang lebih sama. Di poin-poin akhir pengembalian bolanya kurang bagus akurasinya, jadi lawan lebih mudah mematikan,” tambah Aryono

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: pbsi.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X