• Sabtu, 25 Juni 2022

Bisik-Bisik di Bawah Selimut

- Minggu, 15 Agustus 2021 | 20:12 WIB
Bisik-Bisik di Balik Selimut
Bisik-Bisik di Balik Selimut


Jakarta, Klikanggaran.com – Berikut bisik-bisik di bawah selimut tentang proses menulis. Salam sehat selalu, para pembaca budiman. Selamat datang di #pojoksastra klikanggaran.com bersama celoteh-celoteh dari saya, Kit Rose.


Jelang Subuh masih dengan teror covid ketika saya membuka mata disusul membuka ponsel dan terlihat sekian puluh pesan masuk. Satu di antaranya ada pesan menarik dari salah satu teman tentang bisik-bisik di bawah selimut dini hari.


Bisik-Bisik di Bawah Selimut


“Halo, selamat dini hari, Rose. Udah bangun belum? Semoga saat baca pesanku sudah kumpul ya nyawanya, dan sudah siap denger bisik-bisik di bawah selimut.”


Masih meringkuk di balik selimut saya jawab pesan teman yang memang doyan iseng ini, “Ada apa, Bro?


“Wuih, to the point euy wkwkwk. Oke Rose, aku bisikin, ya. Aku mau nulis cerita, tapi malah jadinya rengekan ngambang ga jelas. Mau berhenti dan telah sempat berhenti, eh kepikiran. Eh, tapi pas mau mulai corat-coret, yang kutemui pertama kali malah coretan manis orang-orang gila yang bikin malu hati dan kembali redupkan api. Gimana dong, Rose.”


Jawaban saya adalah, “Bukan penulis kalau ga gila, Bung. Dan, bukan penulis juga kalau merasa sudah bisa nulis. Itu saja.”


Begitulah akhirnya terjadi saling balas pesan berdiskusi terkait tulisan dan menulis. Teman saya mengatakan bisik-bisik di bawah selimut karena sudah menduga, pasti saya masih tidur, dan membalas pesan dia sambil masih di bawah selimut.


Proses Belajar Menulis


Saya mengatakan pada teman saya bahwa saya lebih menghargai orang yang merasa tidak bisa menulis daripada yang merasa sudah bisa. Karena proses belajar tidak ada ujung dan akhirnya. Jika seseorang sudah merasa bisa, maka boleh dong, saya mengartikan bahwa dia tak membutuhkan lagi proses belajar itu. Pertanyaannya, akan menjadi seperti apa kira-kira tulisan yang dihasilkan tanpa melalui proses belajar, atau proses belajarnya berhenti karena sudah merasa bisa, sudah merasa cukup belajarnya?


Karena kita, manusia, bukanlah pencipta apa pun, tetapi hanya belajar mengurai segala sesuatu yang telah diberikan dan diciptakan untuk kita. Termasuk di dalamnya (rengekan, kegilaan, tak pernah merasa puas dengan hasil tulisan, merasa tulisan orang lain lebih bagus dan sebagainya) adalah modal dalam menulis.

Halaman:

Editor: Kit Rose

Tags

Terkini

Remaja Mushola, PD Tampil sebagai MC

Jumat, 10 Juni 2022 | 19:38 WIB

Pesantren Kilat: Singkat, tetapi Bermakna

Kamis, 9 Juni 2022 | 15:30 WIB
X