• Sabtu, 4 Desember 2021

Siang Ini FDP IKA UNJ Gelar Seminar Nasional Pendidikan Guru

- Rabu, 16 Desember 2020 | 03:14 WIB
WhatsApp Image 2020-12-11 at 08.29.19 (1)-Reboan Online 16 Desember 2020
WhatsApp Image 2020-12-11 at 08.29.19 (1)-Reboan Online 16 Desember 2020


Bagaimana perbandingan kualitas rata-rata dosen yang mengajar di 4 Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG),  dan 10 FKIP pertama dibandingkan dengan kualitas dosen yang mendidik mahasiswa para calon guru di IKIP Negeri pertama yang berjumlah 12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).


Forum Diskusi Pedagogik (FDP) Ikatan Alumni UNJ memandang perlu mengemukakan pertanyaan tersebut  untuk dibahas di dalam Seminar Nasional/ Reboan Online Pendidikan bertema “Historisitas Pendidikan Guru Dari PTPG Hingga IKIP Menjadi Universitas”, Rabu siang, 16 Desember 2020.


Menanggapi hal tersebut, Dosen Pendidikan Bahasa Perancis Universitas Negeri Jakarta, Jimmy Philip Paat, yang juga Ketua Tim Ahli FDP IKA UNJ mengungkapkan pendapatnya. “Pertanyaan ini meminta kita memeriksa dokumen PTPG dan 10 FKIP pertama untuk mengetahui siapa saja yang mengajar,” ujarnya.


Jimmy mengambil contoh, profil seorang dosen di FKIP UI_cikal bakal IKIP Jakarta. Sosok dosen yang sering disebut-sebut namanya oleh para dosen Jimmy di Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis pada tahun 1970-an itu bernama Waworuntu.  “Ibu ini selain mengajar di FKIP UI, juga di UI Jurusan Sastra Perancis. Kita bisa mengatakan di satu sisi ada pengajar yang sama di UI dan di FKIP Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis. Setahu saya ibu Waworuntu bukan sembarang orang,” kata Jimmy.


Jimmy lalu merujuk cerita dari ayahnya yang mengajar di Jurusan Pendidikan Seni Musik IKIP Jakarta. “Kalau saya dengar cerita dari ayah saya, saat mahasiswa-mahasiswi calon guru musik diajar  oleh Pak Pasaribu, komposer Indonesia yang pernah ditugaskan pemerintah untuk membuka Akademi Musik di Yogyakarta kalau saya tidak keliru. Ini memperlihatkan siapa yang mengajar di FKIP.  Mereka itu dari segi kualitas pada masa itu sangat tinggi kualitasnya. Kalau melihat contoh Pak Pasaribu,” kata Jimmy tentang siapa yang mengajar  dari  PTPG hingga FKIP Universitas Negeri.


Amir Pasaribu merupakan Ketua Jurusan Pendidikan Musik FKIP UI pada 1960. Ia  seorang komposer  dan cellis, merupakan lulusan  Konservatorium Musik Tinggi Paris. “Pak Rudy, pianis tamatan konservatori Paris, saat jadi Ketua Jurusan Pendidikan Musik FKIP UI Jakarta, ayah saya sekretarisnya. Ibu Irawati, cucu Dr Tjipto Mangunkusumo, pianis tamatan Belanda dan Amerika Serikat. Dan ayah saya tamatan FKIP UI,” ungkap Jimmy Philip Paat.


Selain membahas kualifikasi dan kualitas staf pengajar di  IKIP Negeri, perlu juga dibahas tentang bentuk  mengajar. “Kita juga perlu melihat "bentuk" mengajarnya yang mau tidak mau akan berkaitan atau berpengaruh terhadap kualitas calon guru,”  kata Jimmy.


Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ), Juri Ardiantoro, Ph.D., berharap diskusi online Forum Diskusi Pedagogik  (FDP) IKA UNJ akan menjawab persoalan-persoalan yang turut menjadi penyebab rendahnya kualitas pendidikan nasional. “Kami berharap hasil-hasil diskusi akan dibukukan dan menjadi panduan kebijakan pemerintah dalam mengelola pendidikan nasional,” ungkapnya.


Rendahnya kualitas pendidikan Indonesia memiliki kaitan dengan rendahnya kualitas guru. Salah satu pakar pendidikan yang menyatakan pendapat seperti itu adalah Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, (1998). Pendapat tersebut berhubungan dengan kegagalan guru menerjemahkan kurikulum pendidikan di dalam proses belajar  mengajar. Kurikulum tahun 1975, 1984 (CBSA), 1994 (klasikal), dan 2006 (KTSP) merupakan kurikulum yang sudah didesain sesuai kebutuhan, dan tantangan zaman, namun kualitas pendidikan secara nasional masih rendah. Fokus pembahasan pun bergeser dari semula kurikulum sebagai sumber persoalan rendahnya kualitas pendidikan menjadi kualitas guru. Suka tidak suka membahas mutu guru berarti  perlu melihat bagaimana LPTK mendidik para calon guru. Karena mutu para guru lulusan PTPG dan FKIP Universitas Negeri dikategorikan baik, maka perlu membandingkan kualifikasi, dan kualitas dosen IKIP Negeri dengan staf pengajar PTPG dan FKIP Universitas Negeri.

Halaman:

Editor: Abdullah Taruna

Terkini

Bagaimana Drakor Meracuni Anda? Ini Contohnya

Senin, 29 November 2021 | 22:55 WIB

Jejak Islam di Bali

Sabtu, 27 November 2021 | 17:22 WIB

Pengen ke Bali Lagi? Jalan-Jalan ke Bukit Cinta, yuk!

Jumat, 26 November 2021 | 16:29 WIB

Nyai Sampur dalam Wisata Mistis Gunung Kawi

Rabu, 24 November 2021 | 16:31 WIB

Mengapa Hari Guru Nasional pada Tanggal 25 November?

Selasa, 23 November 2021 | 10:57 WIB

Cirebon Tidak Bisa Dilepaskan dari Sejarah Mataram

Senin, 22 November 2021 | 21:02 WIB

Syukur Waktu 10, Mari Bangkit dan Berkarya !!!

Selasa, 16 November 2021 | 21:28 WIB
X