• Senin, 24 Januari 2022

Benarkah Suhu Panas Bikin Covid-19 Cepat Koit, Faktanya?

- Sabtu, 25 April 2020 | 05:17 WIB
berjemur
berjemur


JAKARTA – Sejak pandemi mulai muncul, masyarakat kita diimbau agar berjemur di bawah sinar matahari untuk mencegah penularan virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Apakah imbauan itu benar?


Hasil penelitian Department of Homeland Security (DHS) Amerika Serikat bekerja sama dengan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lembaga federal lainnya, dan pakar kesehatan menunjukkan bahwa secara umum kelangsungan hidup virus corona (covid-19) cenderung lebih tinggi pada suhu yang lebih rendah.


MAKI Praperadilan, Jika KPK Tak Tetapkan Tersangka Lain OTT Muara Enim


Berikut ini adalah perincian fakta ketahanan SARS-CoV-2 pada berbagai lingkungan atau kondisi berdasarkan hasil penelitian DHS.


Pertama, SARS-CoV-2 atau lebih dikenal dengan Covid-19, dapat bertahan pada permukaan selama minimal 3 hari dan pada permukaan masker bedah hingga 7 hari tergantung kondisi.


Sedangkan di udara bebas atau aerosol, SARS-CoV-2 bisa bertahan selama beberapa jam.


Ramadhan selama coronavirus: dokter Muslim mempertimbangkan apakah akan berpuasa


Kedua, SARS-CoV-2 dapat bertahan pada permukaan plastik dan logam antara tiga hari dalam suhu 21-23 derajat Celcius dan kelembapan udara (relative humidity/RH) 40 persen, dan tujuh hari dengan suhu 22 derajat Celcius dan RH 65 persen.


Ketiga, SARS-CoV-2 lemah terhadap suhu panas (70 derajat Celcius), sebaliknya dapat bertahan selama setidaknya dua minggu pada suhu dingin (4 derajat Celcius).

Halaman:

Editor: Tim Berita

Tags

Terkini

NU Perlu Membuat Sekolah Tinggi Perfilman Usmar Ismail

Minggu, 23 Januari 2022 | 14:43 WIB

Seni dalam Organisasi

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:00 WIB

Juragan99 Sebut Persib Alay, Viking Meradang

Rabu, 22 Desember 2021 | 15:20 WIB
X