• Jumat, 20 Mei 2022

Bicara Kopi, Seperti Apa Kopi Bagus dan Jelek?

- Kamis, 2 September 2021 | 17:54 WIB
Kopi Sore dan Pembahasan Soal Kopi Saset (Dok.klikanggaran.com/KitRose)
Kopi Sore dan Pembahasan Soal Kopi Saset (Dok.klikanggaran.com/KitRose)

Jakarta, Klikanggaran.com – Sore hari sedang istirahat bersama kopi, lalu berselancar di sosial media dan bertemu dengan thread ini dan itu. Ada satu yang menarik perhatian, semoga menarik dan bermanfaat untuk pembaca.

“Saya ingin sekali membantah orang ini. Tp sayang sdg tdk punya waktu. Mengonsumsi kopi bagus itu baik. Tp menjelek2an kopi sasetan itu perilaku tdk baik. Apalagi 80% lebih, kopi petani Indonesia diserap oleh pabrikan baik skala rumahtangga maupun besar,” tulis Puthut EA, penulis sekaligus peneliti, di akun twitter @Puthutea tgl 16 Agt 2021 yang baru saya baca hari ini, Kamis (02-082021).

Tulisan Puthut ini mengomentari sebuah thread dari Elyasa Taufik di akun @jellypastaa yang berbunyi, “Tau gak sih, beberapa kopi instan/sachet yang beredar di pasaran adalah kopi dengan mutu rendah dan tidak layak konsumsi? Seluruh tulisan dan bukti adalah hasil data lapangan. Bukan rekayasa yaa.”Baca Juga: Kompleksnya Permasalahan dalam Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah Tingkat Dasar di Kemenag

“Nah, kopi pexel ini ga semuanya kopi ya, biasanya ada tanah, ranting, batu dan objek lain juga. Tapi kalo udh di roasting hitam dan dihaluskan, lalu dicampur krimmer, gula dan sebagainya, kalian ga bakal tau…,” lanjut Elyasa.

Selanjutnya, berikut penjelasan Puthut EA menanggapi tulisan Elyasa soal kopi.

Kebetulan saya meneliti kopi sejak tahun 2006 sampai dengan 2015 di berbagai pelosok nusantara. Mayoritas petani kita menjual dalam bentuk kopi robusta curah. Kampanye seperti ini, membahayakan hajat hidup mayoritas petani kopi kita.

Jadi kopi curah robusta itu bukan hanya dipakai untuk kopi sasetan ya, gaes.. kopi industri rumahan yang ada di berbagai pelosok nusantara memakai kopi itu. Ini memperlihatkan betapa pembuat utas di atas justru gak tahu industri kopi kita…

Baca Juga: Kunjungan Kerja Presiden Joko Widodo ke Lampung: Tinjau Program Vaksinasi bagi Masyarakat bagi Masyarakat

Yang dimaksud kopi ‘kotor’ itu saat dijemur. Makanya ada ranting atau tanah, tapi begitu digiling (dilepaskan dari kulit tanduk) ya sudah gak kotor lagi. Industri rumah tangga kopi kita itu gak ngawur, kok. Yang ngawur itu yang merasa bahwa kopi kotor dimakan orang.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kafarat Jima' di Siang Hari pada Bulan Ramadhan

Jumat, 29 April 2022 | 08:42 WIB

Ramadan dan Penguatan Kohesi Sosial

Jumat, 8 April 2022 | 13:27 WIB
X