• Jumat, 7 Oktober 2022

MAKI Sumsel: PLN WS2JB Terkesan Lecehkan LKPP Terkait Lelang Rp100 M

- Rabu, 11 November 2020 | 23:36 WIB
images (49)
images (49)


Palembang, Klikanggaran.com

 

Berdasarkan Surat MAKI Perwakilan Sumatera Selatan No. MAKI/VI/2020 tertanggal 06 Juni 2020 perihal laporan pengaduan dugaan pengaturan lelang proyek di PLN WS2JB, LKPP memerintahkan tanggapan dan tindaklanjut laporan pengaduan itu.

 

Namun, menurut Deputy MAKI Sumsel, Ir Feri Kurniawan belum ada tanggapan sama sekali terkait laporannya.

 

"Jangankan sepucuk surat, kabarpun tiada yang sampai ke MAKI Sumsel. Padahal surat LKPP jelas memuat tembusan ke MAKI Sumsel", ujar Feri, Rabu (11/11/20).

 

"Sudah enam bulan sejak surat LKPP di tembuskan ke kami, namun belum ada tanggapan yang disampaikan ke MAKI Sumsel", kata Feri Deputy kembali.

 

Feri menjelaskan, berdasarkan data MAKI yang disampaikan ke LKPP terkait lelang E Proc paket pengelolaan gedung dan admin kantor induk, kantor UP 3 plg dan UP 3 Ogan Ilir. Dan lelang paket jasa pengamanan dan pengelolaan parkir kantor induk dan kantor cabang, maka LKPP memohon tanggapan dari PLN dan ditembuskan ke pihak MAKI Sumsel.

 

"Sebagai perkumpulan orang-orang yang anti korupsi dan KKN, kami melihat ada indikasi pemberian gratifikasi yang diduga diberikan oleh pemenang lelang kepada oknum karyawan PLN WS2JB," paparnya.

 

Indikasi ini terlihat dari keengganan manajemen WS2JB menjawab surat yg harusnya ditembuskan ke MAKI Sumsel.

 

"Kami telah menyampaikan dugaan pengaturan lelang ini ke Kajati Sumsel dengan potensi kerugian negara dari selisih harga dan Undang-Undang No. 5 tahun 1999 tentang persaingan usaha tidak sehat", ujar Feri.

 

MAKI berharap tindaklanjut secara hukum karena KKN merupakan induk dari tindak pidana korupsi.

 

"Saat dikonfirmasi ke Hermansyah peserta lelang yang diduga dirugikan oleh pengaturan lelang didapat jawaban, audit internal PLN sudah telpon dan meminta pendapat saya, namun terkesan hanya formalitas saja karena sampai sekarang saya tidak tahu apa tindak lanjutnya", ucap Feri menirukan perkataan Herman.

 

Dugaan pengaturan lelang ini berawal dari lelang paket Pengadaan Pekerjaan Pengelolaan Gedung dan Administrasi di PT PLN (Persero) UP3 Palembang dan PT PLN (Persero) UP3 Ogan Ilir dengan RKS No. 001/DL/RENDAN/UIWS2JB/2020, dimana pemenang lelang adalah PT Andalan Mitra Prestasi dengan penawaran Rp15.898.400.737,00.

 

Pada paket ini tiga perusahaan dinyatakan lulus evaluasi administrasi yaitu, PT Bangun Sejahtera Abadijaya, PT Andalan Mitra Prestasi, dan PT Star Solusi Indonesia.

 

Penawar terendah pertama PT Star Solusi Indonesia dengan nilai penawaran Rp15.685.504.044,06, namun yang dinyatakan selaku pemenang lelang adalah penawar terendah kedua PT Andalan Mitra Prestasi dengan penawaran Rp15.898.400.737,00.

 

Selanjutnya, untuk paket Pengadaan Pekerjaan Pengelolaan Gedung dan Administrasi di PT PLN (Persero) UP3 Palembang dan PT PLN (Persero) UP3 Ogan Ilir dengan RKS No. 002/DL/RENDAN/UIWS2JB/2020 dimana pemenang lelang PT Bangun Sejahtera Abadijaya yang ditetapkan sebagai pemenang dengan penawaran Rp28.845.696.350,90.

 

Pada paket ini dua perusahaan lulus evaluasi administrasi, yaitu PT Bangun Sejahtera Abadijaya dan PT Star Solusi Indonesia dengan penawar terendah pertama PT Star Solusi Indonesia dengan nilai penawaran Rp28.466.463.099,88. Namun yang dimenangkan PT Bangun Sejahtera Abadijaya yang ditetapkan sebagai pemenang dengan penawaran Rp28.845.696.350,91.

 

Selanjutnya, Pengadaan Pemborongan Pekerjaan Pengamanan dan Pengelolaan Parkir Kantor Unit Induk, UP2D S2JB, UP3 Palembang, UP3 Ogan Ilir dan UP3 Lahat dengan RKS No. 011/DL/RENDAN/UIWS2JB/2020.

 

Dimana, pemenang lelang PT Andalan Mitra Serasi dengan penawaran Rp58.870.276.594,34, namun diduga tidak memiliki Surat Izin Operasi Wilayah Sumsel yang dikeluarkan oleh Mabes Polri. PLN WS2JB membatalkan lelang ini dan mengulang lelang dengan pemenang yang sama karena telah mendapatkan izin operasi Wilayah Sumsel.

 

Sementara itu, hingga berita diturunkan, belum ada pihak PLN yang bisa dimintai tanggapannya atas persoalan tersebut.

 

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X