• Sabtu, 1 Oktober 2022

MAKI: PLN WS2JB Terkesan Lecehkan LKPP Terkait Lelang Rp100 Miliar

- Rabu, 11 November 2020 | 23:19 WIB
images (2)
images (2)


Pelembang,Klikanggaran.com - Berdasarkan Surat Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumatera Selatan (Sumsel) nomor: MAKI/VI/2020 tertanggal 06 Juni 2020 perihal laporan pengaduan dugaan pengaturan lelang proyek di PLN WS2JB, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) memerintahkan tanggapan dan tindak lanjut laporan pengaduan itu. Namun, menurut Deputy MAKI Sumsel, Ir Feri Kurniawan, justru belum ada tanggapan sama sekali.


"Jangankan sepucuk surat kabarpun tiada yang sampai ke MAKI Sumsel, padahal surat LKPP jelas memuat tembusan ke MAKI Sumsel. Sudah enam bulan sejak surat LKPP ditembuskan ke kami, belum ada tanggapan yang disampaikan ke MAKI Sumsel," kata Feri Kurniawan di Palembang, Rabu (11-11).


Dikatakan Feri, berdasarkan data yang MAKI sampaikan ke LKPP terkait lelang E-Proc paket pengelolaan gedung dan admin kantor induk, kantor UP 3 Palembang dan UP 3 Ogan Ilir, dan lelang paket jasa pengamanan dan pengelolaan parkir kantor induk dan kantor cabang, maka LKPP memohon tanggapan dari PLN dan ditembuskan ke MAKI Sumsel.


"Sebagai perkumpulan orang - orang yang anti korupsi dan KKN, kami melihat ada indikasi pemberian gratifikasi yang diduga di berikan oleh pemenang lelang kepada oknum karyawan PLN WS2JB. Indikasi ini terlihat dari ke-engganan manajemen WS2JB menjawab surat yg harusnya di tembuskan ke MAKI Sumsel," kata Feri.


Selain itu, kata Feri, MAKI telah menyampaikan dugaan pengaturan lelang ini ke Kajati Sumsel dengan potensi kerugian negara dari selisih harga, dan Undang-undang No.5 tahun 1999 tentang persaingan usaha tidak sehat. Kami berharap tindak lanjut secara hukum karena KKN merupakan induk dari tindak pidana korupsi," tandas Feri.


Saat di konfirmasi ke Hermansyah peserta lelang yang diduga dirugikan oleh pengaturan lelang, didapati jawaban.


"Auditor internal PLN sudah ditelpon dan saya meminta pendapat, namun terkesan hanya formalitas saja karena sampai sekarang saya tidak tahu apa tindak lanjutnya," ucap Herman.


Untuk diketahui, dugaan pengaturan lelang ini berawal dari lelang paket Pengadaan Pekerjaan Pengelolaan Gedung dan Administrasi di PT PLN (Persero) UP3 Palembang dan PT PLN (Persero) UP3 Ogan Ilir dengan RKS No. 001/DL/RENDAN/UIWS2JB/2020, dimana pemenang lelang PT Andalan Mitra Prestasi yang di tetapkan sebagai pemenang dengan penawaran Rp15.898.400.737,00.


Pada paket ini tiga perusahaan dinyatakan lulus evaluasi administrasi yaitu PT Bangun Sejahtera Abadijaya, PT Andalan Mitra Prestasi, dan PT Star Solusi Indonesia, dengan penawar terendah pertama PT Star Solusi Indonesia dengan nilai penawaran Rp15.685.504.044,06 namun yang dinyatakan selaku pemenang lelang adalah penawar terendah kedua PT Andalan Mitra Prestasi dengan penawaran Rp15.898.400.737,00.

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

X