• Selasa, 7 Februari 2023

CBA: Kota Terparah Corona, Sebab Kerja Pemkot Tangsel Memang Bobrok

- Kamis, 26 Maret 2020 | 14:18 WIB
Jajang Nurjaman
Jajang Nurjaman


Jakarta,Klikanggaran.com - Kordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman, menilai bahwa Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi kota terparah yang terjangkiti virus Corona atau Covid-19, tercatat sampai 25 Maret 2020 terdapat 15 kasus.


"Hal ini bukan tanpa sebab, karena selama ini kerja pejabat Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memang bobrok," ujar Jajang pada Klikanggaran.com, Rabu (25-3).


Menurut Jajang, padahal dengan APBD Kota Tangsel yang mencapai Rp3,9 triliun dengan porsi Pendapatan Asli Daerahnya mencapai Rp2 triliun di tahun anggaran 2020, menunjukan daerah ini sangat kaya, karena dana bantuan dari pusat hanya Rp838,2 miliar.


Ia juga menuturkan, Kota Tangsel dalam segi keuangan tidak seperti daerah lainny, khususnya di Provinsi Banten, yang masih mengandalkan dana perimbangan alias bantuan dari pusat.


"Namun sayang potensi APBD yang cemerlang ini tidak diimbangi dengan kinerja pejabatnya. Mulai dari Walikota Airin Rachmy Diany dan Wakil Walikota Benyamin Davnie, serta pejabat lainnya,kebijakan yang mereka buat selama ini diduga bocor seperti air mengalir deras sekali," jelasnya.


Berdasarkan investigasi Center for Budget Analyisis (CBA), kata Jajang, pos belanja Kota Tangsel yang diduga banyak yang dibocor, ada pada pos belanja modal.


"Banyak mega proyek yang dibuat pada era penguasa Tangsel yakni, Airin dan Benyamin Davnie namun dalam pelaksanaannya banyak bermasalah, mulai dari dugaan mark up, kongkalikong dengan swasta, dan berdampak mangkraknya banyak proyek," kata Jajang.


Sebagai contoh, Jajang menjelaskan proyek pembangunan gedung DPRD Kota Tangsel tahap 3 yang dilaksanakan tahun anggaran 2017. Proyek bernilai Rp36,5 miliar, ini diduga kuat dibumbui kongkalikong oleh oknum Pemkot Tangsel dengan swasta. Adapun penjelasannya sebagai berikut:


Pertama, dalam proses lelang terdapat 59 peserta, namun Pemkot Tangsel hanya meloloskan dua perusahaan saja dalam tahapan evaluasi harga. Perusahaan yang lolos ini adalah PT. Total Cakra Alam (PT. TCA) dan PT. Citra Agung Utama (PT. CAU). Padahal sesuai aturan lelang harusnya ada tiga perusahaan yang mengajukan tawaran harga dan kemudian dipilih yang paling efisien.

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

X