• Kamis, 30 Juni 2022

DPR Sebut Temuan PPATK Tak Sesuai Aturan, Pengamat: Itu Bukan Masalah

- Minggu, 15 Desember 2019 | 23:35 WIB
Taufik Gonda
Taufik Gonda


Jakarta,Klikanggaran.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), merilis transaksi mencurigakan rekening kasino kepala daerah. Untuk itu, temuan tersebut disampaikan ke publik. Namun, hal tersebut mendapat pertentangan dari anggota Komisi III DPR RI fraksi PPP, Arsul Sani, yang menyebut langkah PPTAK tak sesuai aturan. 


"Pertama, saya ingin mengkritisi PPATK. Menurut aturan, itu kan tidak boleh dipublikasikan. Mestinya PPATK itu, kalau ada transaksi mencurigakan, dianalisis, itu terindikasi perbuatan tindak pidana atau tidak," kata Arsul di Grand Sahid Hotel, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu, (15-12).


Dilain sisi, pengamat kebijakan publik, Taufik Gonda, justru menyesalkan statement yang dilontarkan DPR RI itu,  karena apa yang dilakukan PPATK sesuai dengan tupoksi mereka. Ia juga menilai, mengenai tersampaikan hal tersebut ke publik, justru itu bukan masalah.


"Ya, kalo menurut saya sih itu sudah tugas PPATK untuk pencegahan pidana pencucian uang. Soal ter eksposenya pemberitahuan tersebut justru tak ada masalah, publik malahan sangat mengapresiasi, bahkan yang dibeberkan juga belum menyebutkan siapa pemilik rekening kasino itu," kata Taufik saat dikonfirmasi Klikanggaran.com, Minggu (15-12).


Dijelaskan Taufik, hal yang dilakukan sesuai dengan UU no 8 tahun 2010 Pasal 1 ayat 5 (a-d), tentang adanya transaksi mencurigakan.


"Menilik ayat 5 (a), jelas sekali tugas PPATK menemukan transaksi keuangan yang menyimpang dari profil, karakteristik, atau kebiasaan pola transaksi dari pengguna jasa yang bersangkutan. Apalagi jumlah di rekening profil [Kepala Daerah] sebanyak Rp50 milyar, dan ironinya ada direkening kasino luar negri," tuturnya.


Dalam diskusinya, Taufik juga merasa sedikit tergelitik oleh salah satu anggota DPR yang menyangkal temuan PPATK ke rana publik. Ia mengatakan, justru kritik yang dilontarkan bukan ajang pansos (panjat sosial), malahan patut diduga ada afiliasi.


"Sesuai kolektifnya demokrasi, jadi sah-sah saja mengkritik PPATK. Tapi, jika yang dikritik terpublikasinya temuan tersebut, saya merasa geli [lucu]. Ini ada apa? Sebenarnya bukan ajang pansos, malahan ditakutkan ada afiliasi," ucapnya.


Lanjut dikatakan Taufik, PPATK gak perlu menunggu waktu lagi untuk mengungkapkan siapa pemilik rekening kasino tersebut. Ia juga mendukung penuh langkah PPATK untuk mengungkapkan temuannya ke rana publik.

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

X