• Sabtu, 27 November 2021

Video Viral Nyanyian HD Lagu Malam Kudus

- Senin, 31 Desember 2018 | 10:45 WIB
Malam Kudus
Malam Kudus

Palembang, Klikanggaran.com (31-12-2018) - Gubernur Sumsel dalam sebuah video yang beredar telihat menyanyikan lagu Malam Kudus. Lagu itu dibawakan saat acara ramah tamah dengan umat nasrani di kediaman Uskup Palembang. Sontak, video itu banyak beredar di para pengguna akun sosmed WhatsApp.

Ada beberapa tanggapan miring tentang video lagu Malam Kudus ini. Lantaran akhir-akhir ini viral perdebatan pandangan umat muslim. Khususnya yang mengharamkan ucapan selamat perayaan agama lain dan ikut berdoa berdasarkan keyakinan yang berbeda.

"Selamat Natal kepada Uskup, hari ini tahun pertama saya sebagai Gubernur menghadiri hari Natal," ujar Deru di rumah kediaman Uskup di samping Gereja Santa Maria, Jalan Tasik Kambang Iwak, Palembang, Selasa (25/12/2018).

Ada yang berpendapat, memang secara aqidah mengucapkan selamat, turut merayakan, apalagi berdoa dengan keyakinan di luar Islam, adalah haram hukumnya. Namun, karena Indonesia bukan negara agama, maka hal ini bisa saja dilakukan.

Namun, alangkah baiknya jika hanya mengucapkan selamat dan ikut perjamuan selaku unsur pimpinan. Dan, tidak ikut berdoa karena memancing opini miring tentang aqidah.

Malam Kudus Viral


Viralnya video lagu Malam Kudus tentu saja harus disikapi dengan bijak oleh Gubernur dan Kapolda Sumsel. Maka digelar konferensi pers yang menjelaskan bahwa acara tersebut hanya bentuk penghargaan kepada umat nasrani. Karena mereka juga merupakan bagian dari masyarakat Sumatera Selatan.

"Hal ini seharusnya tidak terjadi bila humas dan protokol mengerti batasan-batasan yang boleh dilakukan oleh Gubernur. Terutama saat acara perayaan agama non muslim, karena mayoritas penduduk Sumsel beragama Islam," kata Ir Feri Kurniawan, pemerhati pemerintahan yang juga seorang aktivis.

Menurutnya, memang sudah seharusnya pemimpin daerah mengayomi semua umat yang juga bagian dari masyarakat yang dipimpinnya. Namun, harus dengan batasan yang jelas, agar tidak terjadi polemik.

"Tidak bisa dipungkiri bahwasanya masyarakat sangat sensitif ketika menilai pemimpinnya dari pandangan agama," lanjut Feri.

Untuk itulah Feri meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) khususnya Sumsel. Untuk memberikan fatwa tentang kegiatan Gubernur dan Kapolda Sumsel secara netral dan tidak berpihak. Agar tidak menimbulkan stigma lain di masyarakat.

Baca juga : Menguji Keabsahan Rekaman Video Firza Husein

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X