• Selasa, 29 November 2022

MUI Serang: Kemenag Terlalu Kecil Urusi Volume Pengeras Suara di Masjid

- Jumat, 31 Agustus 2018 | 19:57 WIB
images_berita_2018_Jun_IMG-20180901-WA0008
images_berita_2018_Jun_IMG-20180901-WA0008

Jakarta, Klikanggaran.com (01-09-2018) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang menolak permintaan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk mensosialisasikan kembali penggunaan pengeras suara di masjid sesuai dengan surat edaran Dirjen Bimas Islam Nomor B.3940/DJ.lll/HK.00.07/08/2018 tanggal 24 Agustus 2018.

Menurut Ketua Umum MUI Kota Serang, K.H. Mahmudi, suara azan adalah panggilan suci Allah SWT yang suci, dapat mengusir syaithon di dalam hati manusia.

"Berani dikumpulkan umat Islam se-Indonesia, berapa persen yang tidak senang terhadap suara azan, hanya yang hatinya kerasukan syaithon," kata K.H. Mahmudi.

Kemudian, lanjut K.H Mahmudi, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memerintahkan kepada Bilal "Istanshit yaa Bilala", keraskan suaramu saat kamu azan, wahai Bilal. Lalu, Bilal naik di atas menara agar umat dapat mendengarkan suara azan.

Sekretaris MUI Kota Serang, Amas Tadjudin, menyampaikan, terlalu kecil bagi negara untuk mengurusi persoalan volume pengeras suara di masjid.

"Lebih baik negara lebih fokus dalam mengurusi hal-hal besar dan strategis yang berdampak pada rakyat banyak. Terlalu kecil negara semacam Kemenag harus mengurusi volume pengeras suara di masjid," kata Amas.

Banyak urusan-urusan besar dan strategis yang membutuhkan kehadiran negara untuk mengurusinya, lanjut Amas. Seperti urusan kemiskinan, mahalnya biasa pendidikan, masalah kesehatan, dan urusan pesantren yang jauh lebih penting diurus oleh Kemenag, ketimbang ngurusin TOA mesjid.

Editor: Heryanto

Terkini

X