• Senin, 23 Mei 2022

Djoko Edhi : Imam Azis, PBNU Tak Pernah Bikin Film, Tapi Memaki Film G 30 S PKI?

- Rabu, 20 September 2017 | 00:33 WIB
images_berita_Sept17_Arifin
images_berita_Sept17_Arifin

 

Jakarta, Klikanggaran.com (20/9/2017) - Imam Azis merupakan pengurus Kebudayaan di PBNU, yang pernah menyatakan bahwa film G 30 S PKI adalah "film sampah". Sontak hal itu menuai kritik dari mantan Direktur Litbang Studio 41, mantan Anggota Komisi III DPR, dan juga Wasek LPBH PBNU, Djoko Edhi Abdurrahman. Ia mengatakan, belum pernah sedikit pun mendengar karir maupun kompetensi dari Imam Azis, apalagi membuat film.

Kegeraman tersebut akhirnya merambat ke ormas PBNU. Djoko Edhi mengatakan, bahkan PBNU sendiri belum pernah membuat film yang sutradaranya dari PBNU. Djoko Edhi menyesalkan sikap Imam Azis yang juga di PBNU, yang telah mencaci maki film G 30 S PKI yang disutradai oleh Cineas Arifin C Noor. Sebelumnya, Imam Azis mengatakan bahwa film karya Cineas Arifin C Noor adalah film horor murahan di seantero medsos, bukan budaya, bukan film maker, bukan Cineas.

"Mencaci karya orang lain. Bagaimana membacanya ini, bro Imam?" kata Djoko Edhi Abdurrahman di Jakarta pada Selasa (19/9/2017).

Djoko Edhi yang sempat menjadi Direktur Litbang Studio 41 dan pernah menyaksikan pembuatan film G 30 S PKI karya Arifin C Noor di Studio 41 Tendean Jakarta, sangat menyayangkan ketika Cineas terkemuka saat itu adalah Arifin C Noor dicaci-maki sebagai sampah dan horor murahan oleh budayawan PBNU, Imam Azis.

"Sudah pasti budayawan ini tak paham karya cinema. Niscaya Imam lilu juga ketika menonton film "Gladiator". Lo, di naskah teaternya, Brutus menikam Julius Caesar 14 kali. Kok dicekik?" sesal Djoko Edhi.

Belajar dari sejarah, Djoko Edhi menjelaskan, kalau mau belajar sejarah, jangan dari film besar. Melainkan di dokumenter dan buku sejarah. Bukan di film "G 30 S / PKI". Menurutnya itu adalah ngawur berat. Film itu adalah film yang dibiayai oleh PPFN, berkisah tentang Presiden Soeharto. Versinya jelas PPFN. Tak lantas film ini sampah atau horor. Sampai kini, menurut Djoko Edhi belum ada film sebaik karya Arifin C Noor itu.

"Kalau merasa hebat, buatlah film yang lebih baik dari karya Arifin C Noor. Sampai matahari terbit dari barat, niscaya takkan mampu. Kalau marah kepada Panglima TNI yang memutar film itu, caci maki saja Jenderal Gatot Nurmantio. Tak berani, kan? Kurang nyalinya. LOL. Di mana salahnya film itu, Bro? Tolong tunjukkan kebenaran versi antum. Mana?" tutupya.

Editor: Heryanto

Tags

Terkini

X