• Minggu, 5 Desember 2021

Inilah Jejak Fajrin, dari Web Developer Badan PBB ke Direktur Telkom

- Senin, 22 Juni 2020 | 10:00 WIB
IMG_20200619_183818
IMG_20200619_183818


Jakarta, KlikAnggaran.com — Fajrin Rasyid reami ditunjuk sebagai Direktur Digital Business PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom oleh Menteri BUMN Erick Thohir, menggantikan Faizal R.Djoemadi dalam RUPST yang digelar  Jumat (19/6).


Keputusan diambil karena Fajrin dianggapnya memiliki rekam jejak yang cukup mumpuni untuk duduk di kursi direksi Telkom. "Fajrin merupakan figur anak muda yang sudah teruji kiprah dan karyanya di bisnis digital," ucap Erick dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (19/6).


Meski usianya masih terbilang cukup muda, Erick menyatakan Fajrin adalah orang yang tepat untuk memimpin pengembangan bisnis digital di Telkom. Pasalnya, ia menganggap Telkom harus melakukan transformasi bisnis di tengah pandemi virus corona.


Sebelum ditunjuk jadi direktur di Telkom, sosok Fajrin bukan nama asing di telinga publik. Ia merupakan presiden sekaligus salah satu pendiri Bukalapak, salah satu platform toko daring (e-commerce) terbesar di Indonesia.


Pria bernama lengkap Muhamad Fajrin Rasyid ini merupakan penggagas Bukalapak, bersama rekannya Ahmad Zaky pada 2010 lalu. Keduanya merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).


Bersama timnya, Fajrin berhasil membawa Bukalapak menjadi e-commerce yang memberdayakan lebih dari 5 juta pedagang online di seluruh Indonesia. Bukalapak juga memiliki lebih dari 70 juta pengguna di dalam negeri.


Prestasi itu, membuat Bukalapak dilirik oleh investor asing. Bahkan di 2019, mendapatkan pendanaan seri F dari Shinhan GIB asal Korea Selatan. Suntikan investasi ini membuat valuasi Bukalapak melampaui US$2,5 miliar atau lebih dari Rp35 triliun. Pria kelahiran 11 September 1986 ini telah berkarir di Bukalapak selama 8 tahun.


Dikutip dari CNN Indoensia,  profil Fajrin yang dilampirkan dalam akun profesional Linkedin. Sebelum mendirikan Bukalapak, Fajrin sempat berkarir sebagai web developer di badan khusus Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di 2008. Ia bertugas untuk mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Asia Pasifik.


Kemudian, ia berkarir sebagai konsultan di The Boston Consulting Group pada periode 2009 hingga 2011. Selama bekerja di Boston Consulting, ia melakukan analisis lintas industri termasuk layanan publik, layanan keuangan, TI, otomotif, ritel, dan FMCG dengan fokus di wilayah Asia Tenggara.

Halaman:

Editor: Nisa Muslimah

Tags

Terkini

Bagaimana Drakor Meracuni Anda? Ini Contohnya

Senin, 29 November 2021 | 22:55 WIB

Jejak Islam di Bali

Sabtu, 27 November 2021 | 17:22 WIB

Pengen ke Bali Lagi? Jalan-Jalan ke Bukit Cinta, yuk!

Jumat, 26 November 2021 | 16:29 WIB

Nyai Sampur dalam Wisata Mistis Gunung Kawi

Rabu, 24 November 2021 | 16:31 WIB

Mengapa Hari Guru Nasional pada Tanggal 25 November?

Selasa, 23 November 2021 | 10:57 WIB

Cirebon Tidak Bisa Dilepaskan dari Sejarah Mataram

Senin, 22 November 2021 | 21:02 WIB

Syukur Waktu 10, Mari Bangkit dan Berkarya !!!

Selasa, 16 November 2021 | 21:28 WIB
X