• Selasa, 18 Januari 2022

Pertamina dan Kilau Nanas Hutan Gambut Sei Pakning, Buah Berkah dari Musibah

- Selasa, 17 Oktober 2017 | 11:56 WIB
images_berita_Okt17_TIM-Nanas1
images_berita_Okt17_TIM-Nanas1

Sei Pakning, Klikanggaran.com (17/10/2017) – Di balik bencana kebakaran lahan dan hutan ada hikmah terselubung bagi mereka yang merasakan duka. Ungkapan ini setidaknya dirasakan masyarakat Sungai (Sei) Pakning yang pernah dilanda musibah kebakaran, yang membumihanguskan lahan seluas enam hektar di wilayahnya.

Mengingat kembali peristiwa pada tahun 2012 silam, saat si jago merah tanpa ampun melalap lahan gambut, dan itu terjadi hampir setiap tahun. Masyarakat hampir setiap hari berlari bolak-balik mencari air atau benda yang dapat memadamkan kobaran api tidak jauh dari kediamannya.

Kini, kisah itu tak terjadi lagi. Sejak dua tahun lalu duka itu berakhir. Berkat upaya bahu membahu Pemerintah, masyarakat, dan Pertamina RU II Production Sei Pakning, musibah itu dapat teratasi dengan hadirnya Program Mitigasi Karlahut (Kebakaran Lahan dan Hutan) Berbasis Masyarakat dan Pengembangan Kawasan Pertanian Nanas Terintegrasi.

-

Mulai tahun 2015, melalui program tersebut masyarakat didampingi Pemerintah dan Pertamina RU II Production Sei Pakning mendorong upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan di wilayah Bukit Batu melalui alih fungsi lahan.

Bekerjasama dengan LPPM Universitas Sebelas Maret, Pertamina Production Sei Pakning melakukan pendampingan bagi kelompok tani melalui pemberdayaan masyarakat, dengan mengalihfungsikan lahan semak belukar yang merupakan bekas area kebakaran lahan, menjadi pertanian nanas gambut dan melakukan diversifikasi produk olahan nanas.

-

GM Pertamina RU II Production, Otto Gerentaka, mengatakan bahwa sejak Program Pengembangan Kawasan Pertanian Nanas Terintegrasi ini dilakukan, tahun 2017 tercatat telah terjadi peningkatahan lahan pertanian nanas seluas 4,5% dengan potensi pendapatan kelompok mencapai Rp 20 juta/ bulan. Capaian ini diperoleh dari penjualan hasil pertanian dan produk olahan nanas.

Sebelumnya, dari lahan tiga hektar dengan tiga orang petani dan 10 orang petani penggarap, hasil panen mencapai 10.000 buah/hektar dengan kualitas Grade A-B (85%) dan C (15%), dengan total pendapatan kelompok dari pejualan mencapai Rp 17 Juta /panen.

Halaman:

Editor: Kit Rose

Tags

Terkini

Wali Kota Resmikan SPBU dan Masjid Lubuklinggau

Jumat, 12 Februari 2021 | 11:13 WIB
X