• Minggu, 28 November 2021

Hanya 9 Negara Lho yang Memiliki Senjata Nuklir, Bagaimana dengan Indonesia? Punyakah?

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:00 WIB
Ilustrasi: rudal yang terpasang (pixabay/amwest97 )
Ilustrasi: rudal yang terpasang (pixabay/amwest97 )

Klikanggaran.com-- Fakta bahwa persediaan senjata nuklir adalah rahasia nasional yang dipegang erat. Tak satu pun negara yang teranng-terangan atau jujur mengakui jumlah persenjataan nuklir yang mereka miliki.

Para periset memperkirakan berdasarkan sumber-sumber tertutup, tetapi terverifikasi bahwa negara-negara terkemuka dapat diperkirakan berapa jumlah kepemilikan senjata nuklir mereka, tetapi jumlah tersebut tidak diperbarui secara berkala.

Sementara itu, negara-negara nuklir baru menjaga kemampuan mereka secara kabur, sehingga tidak jelas.

Baca Juga: Penyakit Menular Baru yang Disebabkan oleh Virus Ditemukan di Jepang

Negara Israel diduga kuat memiliki senjata nuklir, tetapi negara tersebut tidak pernah secara resmi mengkonfirmasi program senjata nuklir.

Namun, seperti yang dijelaskan Omri Wallach dari Visual Capitalist di bawah ini, berkat pengungkapan, catatan, dan kebocoran yang terbatas, dapat divisualisasikan persenjataan nuklir yang dimilki negara-negara di dunia.

Grafik ini menggunakan perkiraan inventaris hulu ledak nuklir dari Federasi Ilmuwan Amerika per Agustus 2021.

Berdasarkan perkiraan tersebut, hanya ada sembilan negara yang memiliki senjata nuklir di dunia.

Baca Juga: Narasumber Lintas Negara Hadir Dalam Webinar Internasional, Fikes UMP

Perlombaan senjata nuklir selalu berpusat di sekitar AS dan Rusia.

Setelah berakhirnya Perang Dunia II dan memasuki Perang Dingin, dua negara adidaya dunia berlomba untuk membuat lebih banyak senjata nuklir (dan senjata nuklir yang lebih mumpuni) daripada yang lain.

Bahkan ketika organisasi internasional melobi untuk mengakhiri proliferasi nuklir, persediaan senjata nuklir dunia tumbuh hingga puncak 70.300 total hulu ledak pada tahun 1986.

Ketika perjanjian senjata dan perjanjian non-proliferasi mulai mendapatkan momentum yang lebih besar, AS dan Rusia mengurangi stok sementara negara-negara baru dengan senjata nuklir mulai bermunculan.

Baca Juga: Kadinsos Gorontalo Dipecat, Salah Satunya Terkait Kemarahan Risma

Meskipun mengurangi stok mereka secara signifikan sejak akhir Perang Dingin, Rusia dan AS masih memiliki sekitar 90% dari semua hulu ledak nuklir di dunia.

Jauh di belakang mereka adalah China dan Prancis, yang mulai menguji senjata nuklir masing-masing pada tahun 1964 dan 1960.

Statistik Kepemilikan senjata nuklir (zerohedge)

Inggris memiliki senjata nuklir terbanyak kelima saat ini, meskipun itu adalah negara ketiga di dunia yang mengembangkannya setelah AS dan Rusia pada tahun 1952.

Negara-negara dengan kurang dari 200 senjata nuklir adalah saingan regional India dan Pakistan, yang pertama kali menguji senjata nuklir pada 1970-an, dan Korea Utara, yang mulai mengoperasikan pabrik fabrikasi uranium dan melakukan uji ledakan pada 1980-an.

Israel juga diperkirakan memiliki kurang dari 200 senjata nuklir, dan laporan memiliki program senjata sejak tahun 1960-an.

Namun, negara tersebut tidak pernah mengkonfirmasi atau mengumumkan kemampuan nuklirnya.

Baca Juga: Modus Korupsi di Kalbar Unik, Dana Dikirim ke Rekening Pribadi

Meskipun dunia memiliki 13.132 senjata nuklir, itu tidak berarti mereka semua siap untuk menembak.

Senjata (atau "hulu ledak") dikirim dengan rudal, dan negara-negara tidak menyimpan semua hulu ledak nuklir mereka untuk digunakan. Perkiraan stok nuklir juga menjelaskan apakah hulu ledak dianggap dikerahkan, dicadangkan, atau dihentikan:

  • Hulu ledak yang dikerahkan dikerahkan pada rudal antarbenua, di pangkalan pembom berat, dan di pangkalan dengan sistem pengiriman jarak pendek operasional.
  • Hulu ledak cadangan ada di penyimpanan dan tidak digunakan di peluncur.
  • Hulu ledak yang sudah pensiun masih utuh tetapi dalam antrian untuk dibongkar.

Hanya empat negara yang secara resmi mengerahkan hulu ledak, sementara sebagian besar cadangan nuklir dunia adalah cadangan. Ini sebagian karena perkiraan mulai dari yang relatif transparan dalam kasus AS hingga buram dan tidak pasti untuk negara-negara seperti China dan Korea Utara.

Baca Juga: Adab Islam terhadap Rambut: Memakai Peci atau Sorban Termasuk di Dalamnya, Lho

Tetapi beberapa negara diperkirakan akan lebih meningkatkan stok mereka. Pemerintah Inggris mengumumkan akan meningkatkan persediaannya menjadi tidak lebih dari 260 hulu ledak, dan intelijen AS memperkirakan China, India, dan Pakistan akan meningkatkan persediaan mereka.

Meskipun cadangan nuklir dunia kemungkinan akan terus berkurang karena pensiunnya AS dan Rusia, lanskap negara-negara dengan senjata nuklir pada 2021 menunjukkan bahwa proliferasi masih berlangsung.***

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: zerohedge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Facebook Umumkan Rebranding Menjadi Meta

Jumat, 29 Oktober 2021 | 05:57 WIB
X