• Kamis, 28 Oktober 2021

Gabriel Padma Kritisi Kinerja Kemenaker & Pemda NTT

- Senin, 22 Februari 2021 | 07:25 WIB
IMG-20210221-WA0036
IMG-20210221-WA0036


Jakarta.www.klikanggaran.com,--Kinerja Kementerian Ketenagakerjaan & Pemprov Nusa Tenggara Timur terkait Layanan Terpadu Satu Atap disoal LSM Padma Indonesia. Menyusul kematian kembali dua pekerja migran asal NTT di Malaysia, menambah duka panjang Indonesia.


"Kemenaker & Pemprov NTT diminta mengoptimalkan LTSA dengan membangun BLK (balai latihan kerja) PMI, bukan BLK komunitas yang terbatas wilayah kerja," ujar Gabriel Goa, dewan pembina Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA) Indonesia, kepada media, Minggu (21/2/2021).


Alasannya, LTSA & BLK PMI menjadi bagian solusi memutus mata rantai tindak pidana perdagangan orang sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja Indonesia di mancanegara (PMI). Pemprov NTT, katanya mengingatkan kembali, sudah menjadi wilayah darurat human trafficking seperti diungkap Komnas Perempuan, HAM, Ketua MPR RI & Presiden.


"Kian hari kian bertambah pengiriman mayat-mayat anak-anak TKI asal NTT baik legal maupun ilegal dari Negeri Jiran ke NTT," ujar Gabriel Goa, aktivis kemanusiaan pada 2018. "Padahal itu perlu keseriusan nurani menangani kasus TKI."


Catatannya terkini menyebut kematian TKI asal NTT di Malaysia yakni Yustika Ataplay, 43 tahun, asal Alor, di Tawau, & kondisi tubuhnya tidak bisa dibawa pulang. Sedangkan Aberlay Inacio, 30 tahun, di Sandakan.


"Almarhum Yustika langsung dimakamkan setempat, keterangan Direktur Perlindungan WNI & Bantuan Hukum KBRI Malaysia," urai Goa. "Jenazah Aberlay persiapan ke Indonesia, & Polda NTT menyelidiki dugaan korban TPPO." .


Penulis : Iksan


Editor: dedy dj

Tags

Terkini

Demo BEM SI : Tujuh Tahun Jokowi Menghianati Rakyat

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:39 WIB

Munir: Kematiannya Meninggalkan Banyak Misteri

Selasa, 7 September 2021 | 17:59 WIB

Petahana Kuasai 55% Perolehan Suara di PSU PALI

Rabu, 21 April 2021 | 16:23 WIB
X