• Home
    • Terkini

      loading...
    • Terpopuler

      loading...
  • Peristiwa
    • Peristiwa Terkini

      loading...
  • Anggaran
    • Anggaran Terkini

      loading...
  • Kebijakan
    • Kebijakan Terkini

      loading...
  • Korupsi
    • Korupsi Terkini

      loading...
  • Opini
    • Opini Terkini

      loading...
  • Politik
  • Bisnis
    • Bisnis Terkini

      loading...

Jakarta, Klikanggaran.com (10-07-2018) - Puluhan massa yang tergabung di aliansi jurnalis media cetak dan media online Siantar Simalungun melakukan aksi unjuk rasa di Pengadilan Negeri Simalungun, Propinsi Sumatera Utara, Selasa (10/07) sekira pukul 11.00 WIB.

Para kuli tinta tersebut mendesak agar pihak Pengadilan Negeri Simalungun serius menanggapi sidang Pra Peradilan (Prapid) kasus kriminalisasi Pers yang dilakukan oleh Polres Simalungun terhadap Pimpinan Redaksi media online LasserNewsToday.com karena pemberitaan dugaan kasus Korupsi RSUD Perdagangan yang diduga dilakukan oleh Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dan kroni-kroninya.

Sebelum persidangan berjalan, puluhan jurnalis membentangkan spanduk bertuliskan "Jurnalis Bukan Kriminal", dan melakukan orasi serta tuntutannya kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Simalungun, Propinsi Sumatera Utara.

Tony Situmorang dari Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Siantar Simalungun sebagai orator menyatakan tuntutannya.

"Agar pihak Pengadilan Negeri Simalungun bertindak persuasif dalam sidang Pra Peradilan yang menimpa rekan Jurnalis Marsal Harahap. Dan, dalam kasus ini terkesan terjadi kriminalisasi yang dilakukan pihak Polres Simalungun, karena tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers," kata Tony.

Tony juga mengatakan bahwa jika pemberitaan tersebut tidak benar, pihak yang dirugikan bisa menggunakan hak jawab atau bantahan sesuai Undang-Undang Pers.

"Kami juga siap dilaporkan kepada pihak berwajib bila pemberitaan kami tidak benar, jadi kami meminta agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Simalungun membuat keputusan sesuai dengan Undang-Undang Pers," tegas Tony Situmorang.

Setelah selesai melakukan aksi unjuk rasa, puluhan jurnalis langsung mengikuti persidangan Pra Peradilan Kriminalisasi Pers di ruang sidang Tirta Gedung Pengadilan Negeri Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.

Pantauan media, persidangan dimulai dengan dihadiri oleh Termohon Kapolres Simalungun diwakili Penasehat Hukumnya. Dan, Pemohon juga dihadiri Penasehat Hukumnya yakni Daulat Sihombing SH. MH. Persidangan dimulai oleh Penasehat Hukum Pemohon dengan membacakan nota pembelaannya. Setelah pembacaan nota pembelaan, majelis Hakim pun menunda sidang dan akan melanjutkan persidangan lanjutan kembali pada esok hari, Rabu (11/07).

Untuk diketahui, Pimpinan Redaksi Media online LasserNewsToday.com, Mara Salem Harahap alias Marsal, dikriminalisasi dan ditahan oleh Polres Simalungun akibat pemberitaan "Dugaan Korupsi RSUD Perdagangan yang diduga melibatkan Bupati Simalungun DR JR Saragih SH. MM dan kroni-kroninya".

Padahal pihak Pelapor atau yang dirugikan tidak pernah melakukan bantahan atau hak jawab sesuai Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Namun, pihak Polres Simalungun terkesan melakukan kriminalisasi dengan melakukan penahanan dan menetapkan Marsal Harahap melanggar  pasal 14 ayat (1) tahun 1946 tentang hukum pidana Jo pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik.

Berita Terkini

loading...

Berita Terpopuler

loading...