• Kamis, 30 Juni 2022

Palapa Ring Broadband Sebesar Rp 5,8 Triliun Sudah Dimiliki Swasta, Loh

- Sabtu, 16 September 2017 | 08:59 WIB
images_berita_Sept17_HERI-Palapa
images_berita_Sept17_HERI-Palapa

Jakarta, Klikanggaran.com (16/9/2017) - Palapa Ring Broadband adalah proyek pembangunan jaringan serat optik sebagai tulang punggung sistem telekomunikasi nasional yang menjangkau 514 seluruh kota atau kabupaten di Indonesia.

Laporan yang diterima Klikanggaran.com untuk membangun Palapa Ring Broadband ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai penanggung jawab proyek menyiapkan pagu anggaran atau nilai investasi sebesar Rp 5,84 triliun. Proyek Palapa Ring Broadband terbagi dalam 3 paket, yaitu paket barat, tengah, dan timur.

Untuk pakat barat akan menjangkau wilayah Riau dan kepulauan Riau, sampai dengan kepulauan Natuna dengan total panjang kabel serat optik mencapai 2.000 km. Sedangkan paket tengah menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara sampai kepulauan Sangihe - Talaud dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km. Dan paket timur akan menjangkau wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat dengan total panjang jaringan 8.400 Km.

Tapi, sayang seribu sayang, Proyek Palapa Ring Broadband untuk 3 paket ini sudah dimenangkan oleh pihak swasta atau Badan Usaha. Memang, dari awal proyek Palapa Ring Broadband, skema pendanaan diserahkan kepada Badan usaha atau KPBU alias kerja sama pemerintah dan Badan Usaha. Akhirnya semua jadi milik swasta.

Hal ini dibuktikan dengan paket Barat sudah dimenangkan oleh Konsorsium Moratel - Triasmitra dengan komposisi PT. Moratelematika Indonesia sebesar 90% dan Ketrosden Triasmitra 10 persen. Sedangkan paket tengah, sudah dimenangkan oleh konsorsium pandawa lima dengan komposisi PT. LEN sebagai ketua konsorsium sebesar 51 persen, PT. Teknologi Riset Global Investama sebesar 34 persen, PT. Sufia Technologies 5 persen, PT. Bina Nusantara Perkasa 5 persen, dan PT. Multi Kontrol Nusantara 5 persen. Dan, paket Tengah menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara sampai kepulauan Sangihe - Talaud dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km.

Fasilitas publik seperti Palapa Ring Broadband yang seharusnya dimiliki negara, sekarang harus didanai dan dioperasikan oleh pihak swasta. Dan, rakyat hanya Jadi objek penderita saja. Salam gigit dua jari, ya, untuk semua fasilitas publik yang telah jadi milik swasta.

Editor: Heryanto

Tags

Terkini

X