Deputi Litbang BKKBN-RI Puji Penanganan Stunting di Kabupaten Luwu Utara

- Jumat, 9 Desember 2022 | 20:25 WIB
Deputi Litbang BKKBN-RI Puji Penanganan Stunting di Kabupaten Luwu Utara (Dok. Gib)
Deputi Litbang BKKBN-RI Puji Penanganan Stunting di Kabupaten Luwu Utara (Dok. Gib)

KLIKANGGARAN -- Deputi Litbang BKKBN-RI, Prof. drh. Muhammad Rizal M. Damanik, M.Repsc., Ph.D., melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kabupaten Luwu Utara, Jumat (9/12/2022). Kunker tersebut dalam rangka pelaksanaan Penguatan Program Bangga Kencana untuk Percepatan Penurunan Stunting yang dipusatkan di Aula La Galigo Kantor Bupati.

Kunker Deputi Litbang BKKBN ini dihadiri beberapa pejabat, di antaranya: Bupati Indah Putri Indriani; Wakil Bupati Suaib Mansur; Ketua DPRD Basir; Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Inf. Apriadi Nidjo; Sekda Armiadi; Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Dra. Hj. Andi Ritamariani; Kepala DP3AP2KB Luwu Utara, Andi Zulkarnaen; dan beberapa Kepala Perangkat Daerah.

Dalam kunjungannya itu, Muhammad Rizal memuji penanganan Stunting di Kabupaten Luwu Utara. “Tadi ibu Bupati telah memaparkan tentang peta Stunting. Di mana penanganan Stunting di Kabupaten Luwu Utara itu sudah sangat baik. Nomor dua terbaik di Provinsi Sulawesi Selatan, setelah kota Makassar, dengan prevalensi stunting 19,2%,” beber Muhammad Rizal.

Baca Juga: Kejati Jambi Laksanakan Peringati Hakordia Tahun 2022 di Sungai Penuh

Penanganan Stunting yang sangat baik ini, juga linier dengan prestasi yang dikeluarkan BKKBN lainnya. Menurutnya, Luwu Utara telah banyak menorehkan prestasi berkelas nasional, di antaranya Manggala Karya Kencana (MKK) dan Wira Karya Kencana (WKK). “Semua penghargaan dari BKKBN ini, telah diraih oleh Kabupaten Luwu Utara,” ucap Rizal.

Dengan banyaknya prestasi tersebut, maka ia mengakui kedatangannya ke Luwu Utara sudah sangat tepat karena Luwu Utara adalah daerah yang luar biasa, di mana akan lahir pemimpin dari generasi emas yang sehat dan cerdas. “Ayo kita percepat penurunan angka stunting karena di sini akan lahir pemimpin generasi emas yang sehat dan cerdas,” tandasnya.

Sementara Bupati Indah Putri Indriani di hadapan Deputi BKKBN dan Kaper BKKBN Sulsel, mengatakan, penanganan Stunting harus melibatkan semua pihak. “Bicara stunting banyak sekali yang dilibatkan di dalamnya. Kemudian kita melakukan pendekatan konvergensi. Jadi, ada penyatuan program kerja untuk mengantisipasi masalah Stunting,” jelasnya.

Baca Juga: Inilah yang Dimaksud dengan Koteka, Pakaian Adat Papua Disebut Warganet Seharusnya Dipakai Kaesang Pangarep

Dikatakan Indah, komitmen pemerintah daerah dalam percepatan penurunan Stunting dapat dilihat dari diterbitkannya berbagai regulasi tentang percepatan penurunan Stunting. “Adapun target penurunan stunting berdasarkan RPJMN 2019-2024 terdapat 30,8 kasus stunting berdasarkan Riskesda 2018 dan targetnya adalah di 14% pada tahun 2024,” kata dia.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X