• Sabtu, 20 Agustus 2022

Sah, Status Vaksin Merah Putih Halal, Menag Sebut Dua Keunggulan Vaksin Merah Putih, Vaksin akan Diekspor

- Kamis, 24 Februari 2022 | 21:11 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, menyerahkan sertifikat halal Vaksin Merah Putih untuk Covid 19 kepada Direktur Utama PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia FX Sudirman, di Auditorium HM Rasjidi Kemenag RI Jl MH Thamrin Jakarta, Kamis (24/2/2022) (kemenag.go.id)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, menyerahkan sertifikat halal Vaksin Merah Putih untuk Covid 19 kepada Direktur Utama PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia FX Sudirman, di Auditorium HM Rasjidi Kemenag RI Jl MH Thamrin Jakarta, Kamis (24/2/2022) (kemenag.go.id)

KLIKANGGARANVaksin Merah Putih untuk Covid 19 telah resmi menyandang status halal setelah terbit sertifikat halal yang dikeluarkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag tertanggal 8 Februari 2022.

Penyerahan sertifikat status halal vaksin Merah Putih untuk Covid 19 itu dilakuan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia selaku produsen di Auditorium HM Rasjidi Kemenag RI Jl MH Thamrin Jakarta, Kamis (24/2/2022)

Dalam sambutannya saat menyerahkan sertifikat halal tersebut, Menag menyatakan, vaksin Merah Putih memiliki dua keunggulan.

Pertama ikut berperan dalam menanggulangi virus Covid 19 dan kedua bagi umat Islam memberikan jaminan bahwa secara syariat vaksin itu aman.

Baca Juga: Inilah Alasan Polda Metro Jaya Tolak Laporan Roy Suryo terhadap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

“Dengan status halal, vaksin punya keunggulan. Pertama, ikut berperan dalam menanggulangi virus Covid-19 yang artinya memberikan keamanan bagi siapapun yang menggunakan vaksin ini dari bahaya virus Covid-19. Kedua, bagi umat Islam ini merupakan jaminan bahwa secara syariat kita aman. Sehingga meningkatkan efikasi secara psikologis," jelas Menag di Jakarta, Kamis (24/2/2022).

Menag juga mengapresiasi upaya pengembangan vaksin Merah Putih yang telah dilakukan oleh PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia bersama Universitas Airlangga hingga vaksin tersebut memperoleh sertifikat halal. Menurutnya upaya tersebut merupakan bentuk kemandirian upaya penyediaan vaksin Covid-19

"Kita memiliki otonomi dalam penyediaan vaksin, karena selama ini dari negara lain. Kemandirian vaksin ini menjadi sangat penting," ungkap Menag.

Baca Juga: Robert Alberts Ungkap Tiga Pemain Absen pada Laga Melawan Persela Lamongan, Siapa Saja?

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X