• Selasa, 24 Mei 2022

KODI DKI Jakarta Selenggarakan Wisuda Pendidikan Kader Mubalig Angkatan XXVII

- Rabu, 1 Desember 2021 | 14:36 WIB
Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta menyelenggarakan Wisuda Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXVII Tahun 2020 (Klikanggaran/Ist)
Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta menyelenggarakan Wisuda Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXVII Tahun 2020 (Klikanggaran/Ist)

Baca Juga: Soal Dana Hibah, Kejari Lubuklinggau Panggil Dua Komisioner Bawaslu Muratara

Tantangan dakwah di ibu kota, lanjutnya, sangat kompleks maka, Alumi PKM tidak boleh jumud, beku, kaku, eksklusif, tidak boleh anti terhadap perbedaan

“Alumi PKM tidak boleh jumud, beku, kaku, eksklusif, tidak boleh anti terhadap perbedaan, karena orang yang semakin luas pemikirannya, semakin bertambah ilmunya, berilmu maka ia akan semakin mudah menerima orang lain, sehingga ia bisa lebih toleran, tidak keras dan tidak eksklusif dan kemudian menjadi Wisudawan PKM harus bisa Mendamaikan konflik bukan bagian dari konflik, mendamaikan masalah bukan menambah masalah

Adapun menurut plt Biro Dikmental Provinsi DKI Jakarta, Bapak Aceng Zaini, bahwa Pendakwah harus masuk di semua lini karena memang tantangan dakwah di Ibu kota sangat kompleks,

kemudian Seorang mubalig, lanjutnya, bukan hanya di podium tapi bisa mengakses di dunia maya, di medsos, Inovasi dan kreasi terus, Insya Allah, Biro Dikmental akan berupaya menaikkan anggaran KODI , dan Semoga KODI DKI Jakarta semakin eksis dan dinamis karena keberadaan KODI DKI Jakarta sangat penting di tengah masyarakat DKI Jakarta.

Baca Juga: Ferdinand Hutahaean, mantan politisi Partai Demokrat Buka Suara Terkait larangan Reuni 212 di Bogor.

Selanjutnya menurut KH. Samsul Ma’arif, Para dai harus menyiapkan diri secara baik, dan juga harus betul-betul memiliki kualitas ilmu keagamaan dan ilmu-ilmu yang lainnya.

Setelah dari sini (lulusan PKM), lanjutnya, maka jangan pernah berhenti belajar harus terus mengasah keilmuan dan juga metode dakwah yang digunakan harus mengikuti perkebangan Teknologi, “Da’i harus mengikuti perkembangan tekhnologi, karena Dai yang tidak mengikuti perkembangan IT maka dakwahnya akan terhambat”, terang Ketua PWNU DKI Jakarta ini dalam Orasi Ilmiahnya.***

Apabila artikel ini menarik, mohon bantuan untuk men-share-kannya kepada teman-teman Anda, terima kasih.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X