• Rabu, 26 Januari 2022

Amerika Bersemangat Berperang untuk Taiwan, tapi Rakyat Taiwan Sendiri Enggan Mati Bertempur dengan China

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:10 WIB
Pesawat tempur China tipe Shenyang J-15 (IG/aerospace.lovers)
Pesawat tempur China tipe Shenyang J-15 (IG/aerospace.lovers)

Baca Juga: Riddah atau Murtad Adalah Puncaknya Kejahatan

Jelas bahwa sejumlah besar orang Taiwan tidak percaya ancaman dari China itu nyata, tidak percaya negara mereka dapat mengalahkan China jika menyerang, atau hanya tidak ingin "membuang waktu" untuk melayani.

Dinamika seperti itu mengingatkan kembali pada situasi baru-baru ini di Afghanistan di mana sejumlah besar pasukan Afghanistan lebih suka membuat kesepakatan dengan musuh mereka daripada bertempur sampai mati dalam pertempuran yang mereka pikir tidak bisa mereka menangkan.

Oleh karena itu tidak ada bedanya dengan hasil bahwa pasukan Amerika memang berperang untuk mereka selama periode 20 tahun.

Demikian pula, ketika Rusia mencaplok Krimea pada tahun 2014, mereka melakukannya tanpa melepaskan tembakan karena, seperti yang dilakukan Taliban awal tahun ini, Rusia membuat kesepakatan dengan para pembela Krimea dan juga mengatakan kepada mereka bahwa tidak ada gunanya dan sia-sia untuk mati dalam pertempuran – ketika mereka malah bisa bekerja untuk Rusia yang menang.

Baca Juga: 'China Adalah Ancaman Terbesar bagi AS dan Dunia Demokrasi,': Calon Dubes AS untuk China, Waduh!

Ada sedikit alasan untuk berpikir bahwa beberapa versi dari dinamika yang sama tidak akan ada di Taiwan jika Cina menyerang.

Jika pemerintah Taiwan tidak bersedia mendanai militernya secara memadai, jika pria dan wanita Taiwan yang hidupnya akan dipertaruhkan dalam perang dengan China tidak mau berjuang untuk negara mereka, sejujurnya tidak bermoral untuk memaksa orang Amerika untuk mati di tempat mereka untuk pertahanan Taiwan.

Sudah saatnya para pemimpin opini dan pejabat pemerintah AS berhenti bersemangat untuk menawarkan pasukan Amerika untuk pergi ke jalan yang berbahaya demi kepentingan negara lain dan mulai peduli dengan kesejahteraan hidup pasukan AS sendiri.***

Apabila artikel ini menarik, mohon bantuan untuk men-share-kannya kepada teman-teman Anda, terima kasih.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: zerohedge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ups, PM Selandia Batal Nikah karena Omicron

Minggu, 23 Januari 2022 | 14:18 WIB

Gelombang Tsunami dari Tonga Tiba di California

Minggu, 16 Januari 2022 | 06:52 WIB

Omicron: Belanda Lockdown Mulai Minggu Pagi Ini

Minggu, 19 Desember 2021 | 07:28 WIB
X