• Selasa, 25 Januari 2022

Modus Baru Penyelundupan Narkotika ke Lapas, Dimasukkan ke dalam Speaker Aktif, Dikirim Lewat Jasa Ekspedisi

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:30 WIB
Krismono, Kepala Kantor Wilayah Jatim Kementerian Hukum dan Ham. (jatim.kemenkumham.go.id)
Krismono, Kepala Kantor Wilayah Jatim Kementerian Hukum dan Ham. (jatim.kemenkumham.go.id)


KLIKANGGARAN –Penyelundup narkotika sepertinya tidak pernah kekurangan cara untuk menyelundupkan barang haram ke Lapas, seperti yang terjadi di Lapas Porong Sidoarjo. Petugas Lapas berhasil menggagalkan upaya penyelundupaan narkotika  melalui speaker aktif yang dikirim jasa ekspedisi.


Keterangan itu diungkapkan Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur Krismono dalam keterangan tertulis seperti dilaporkan antaranews.com, Minggu 17 Oktober 2021.


Krismono menjelaskan, ada empat paket narkotika berbagai jenis yang coba diselundupkan dalam speaker aktif. Modus yang digunakan penyelundup adalah mengirimkan paket berisi narkotika itu melalui jasa pengiriman ekspedisi.

Baca Juga: Kiano Larang Sule Tengok Kenzo, Ku Naon Coba?


Paket itu ditujukan untuk nama yang tidak dikenal oleh petugas Lapas. Setelah dilakukan penelusuran juga tidak ada nama warga binaan maupun pegawai Lapas seperti ditulis dalam paket.


Akan tetapi ada seorang narapidana yang mengaku sebagai penerima paket yang dikirim tersebut. Setelah dilakukan interogasi, narapidana itu mengaku paket yang diterimnya ditujukan untuk dua napi di Blok C yaitu WBP dan RZ.


"Sesuai SOP yang berlaku, barang tersebut tidak diperbolehkan masuk, sehingga petugas melakukan penggeledahan barang tersebut," ujar Krismono.

Baca Juga: Di Tengah Hujatan Publik, Dodi Reza Pemimpin Yang Pro Kaum Tani


Sekilas tidak ada yang aneh. Paket tersebut adalah speaker aktif yang masih baru lengkap dengan kardus yang masih bagus. Petugas kemudian mengeluarkan satu per satu barang yang ada dalam paket tersebut.


"Petugas mencurigai bagian subwofer yang lebih berat dari biasanya," lanjut Krismono.
Setelah dibuka ternyata berisi empat pakt narkotika. Jenisnya satu paket panjang dengan 15 centimeter pipih diduga merupakan psikotropika jenis happy five.


Satu paket terbesar berisi pil koplo. Dan dua paket lainnya masing-masing sekitar 10 centimeter persegi dan 5 centimeter persegi berisi serbuk putih diduga sabu-sabu.

Baca Juga: Mengapa Libur Maulid 2021 Digeser, Inilah Jawaban Wapres Ma’ruf Amin

 

Keempat paket narkotika tersebut telah diserahkan ke Polsek Porong untuk proses hukum selanjutnya.**

Halaman:
1
2

Editor: Muslikhin

Sumber: Antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nitizen Mencari Akun Istri Ganjar Pranowo, Kenapa ya?

Minggu, 23 Januari 2022 | 07:50 WIB

Gempa Bumi Sulut dengan Magnitudo sebesar 6.1

Sabtu, 22 Januari 2022 | 10:46 WIB
X