• Sabtu, 4 Desember 2021

Penyelesaian Pembangunan Mega Proyek Tahun 2021 di Kabupaten Batang Hari Akan Terlambat, Kenapa?

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:29 WIB
Pembangunan proyek di Kabupaten Batang Hari (Klikanggaran/anuza)
Pembangunan proyek di Kabupaten Batang Hari (Klikanggaran/anuza)

KLIKANGGARAN - Beberapa Mega proyek tahun 2021 dengan nilai miliaran rupiah di Kabupaten Batang Hari diprediksi akan mengalami keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan.

Penyebab keterlabatan mega proyek di Kabupaten Batang Hari ini bukan saja kondisi alam, tetapi juga progres pekerjaan masih banyak dibawah 50 persen sampai pertengahan Oktober 2021.

Kondisi ini disampaikan oleh Rachmat Wahidin, SH selaku sekretaris LSM Front Rakyat Anti Korupsi (FRAK) Kabupaten Batang Hari pada Klikanggaran.com saat bincang-bincang di salah satu warung kopi di Muara Bulian, Rabu (13/10/2021).

Baca Juga: Waduh, Data KTP dan Foto Selfie Nasabah Pinjol Ternyata Dijual Oleh Oknum Lewat Aplikasi Telegram

Menurut Rachmat, dari beberapa proyek bangunan rata-rata pekerjaan di mulai bulan Juli - Agustus 2021, namun dari hasil pantauan di lapangan, sejumlah proyek Mega di Kabupaten Batang Hari dengan dana miliaran rupiah, progres pekerjaan sampai hari ini Rabu (13/10) masih ada pekerjaan dibawah 40 - 50 persen.

Pertanyaannya mampukah penyedia jasa/ Kontraktor tersebut menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam Surat Kontrak Perjanjian Kerja (SKPK)?

Pembangunan proyek di Kabupaten Batang Hari (Klikanggaran/anuza)

Sebagaimana diketahui, setiap mengajukan penawaran pekerjaan, perusahaan atau kontraktor harus melampirkan waktu pelaksanaan pekerjaan, jadwal penyediaan bahan, alat, dan tenaga kerja.

Baca Juga: PT Balairung Citrajaya Sumbar Diaudit BPK, Ada Temuan Masalah Lho, Apa Saja Ya?

Kontraktor yang dinyatakan menang dalam proses tender kemudian segera melaksanakan pekerjaan, setelah terlebih dahulu menandatangani Surat Kontrak Perjanjian Kerja (SKPK), jelas Rachmat.

Ditambahkan, dari Surat Penawaran berikut lampiran-lampirannya akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari SKPK yang harus dipatuhi oleh penyedia jasa/kontraktor. Sehingga dalam melaksanakan pekerjaan kontraktor tidak dapat mengabadikan jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan. 

"Keterlambatan atau tidak terselesaikan pekerjaan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan dalam Surat Kontrak Perjanjian Kerja akan menimbulkan kerugian yang signifikan bagi kedua belah pihak," ucap Rachmat.

Baca Juga: Nasib Mantan Pegawai KPK Gagal TWK, dari Pendidik Pesantren Hingga Jualan Nasi Goreng

Sanksinya bagi kontraktor atau penyedia jasa yang mengalami keterlambatan dalam pelaksanaan pekerjaan tentunya sudah diatur dalam pasal-pasal yang mengatur tentang sanksi-sanksi dalam Surat Kontrak Perjanjian Kerja.

Namun sejauh ini LSM FRAK menduga sanksi ini kurang tegas dilaksanakan, sehingga berulangkali terjadi keterlambatan dan atau pekerjaan tidak selasai tepat waktu yang ditentukan, tegas Rachmat.

pembangunan proyek di Kabupaten Batang Hari (Klikanggaran/anuza)

Beberapa proyek yang diprediksi akan mengalami keterlambatan tersebut di antaranya, Proyek Pembangunan Gedung Intalasi Rawat Inap RSUD H. Abdoel Madjid Baroe (Hamba) Rp14.578.551.834,32., Pembangunan Gedung Rawat Jalan RSUD Hamba Rp7.805.971.537,10.

Baca Juga: 'No Time To Die' Puncaki Box Office dengan 56 Juta Dolar: Mengapa Kinerja 007 Berperforma Rendah?

Kemudian Pembangunan Rumah Jabatan Pimpinan DPRD Kabupaten Batang Hari senilai Rp1.559.803.000,00.

Pada proyek pembangunan Gedung Intalasi Rawat Inap RSUD Hamba Muara Bulian, saat meninjau kelapangan, Rabu (13/10/2021) kepada media ini, kepala tukang Kastari mengaku bawah progres pekerjaan belum mencapai 50 persen.

"Saya belum berani mengatakan progres pekerjaan ini 50 persen, sebab beberapa kolom masih kosong, dan juga belum ada pengecoran pada lantainya," aku Kastari.***

Apabila artikel ini menarik, mohon bantuan untuk men-share-kannya kepada teman-teman Anda, terima kasih.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: reportase lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Erupsi, Ini Sejarah Panjang Letusannya

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:46 WIB

Status Gunung Semeru Level II, Ini Rekomendasi BPNB

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:13 WIB

Ganjar: Stop Berhenti di Situ, Jangan Diteruskan!

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:02 WIB
X