• Selasa, 30 November 2021

Aspirasi Tak Diindahkan Wali Kota, Warga Gugat Proyek Malioboro Van Tegal ke Pengadilan

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:06 WIB
Agus Slamet dan Yulia Anggraini dari LBH Ferari  selaku kuasa hukum P3JAYA menunjukan berkas gugatan class action penataan Jalan Ahmad Yani Kota Tegal, Selasa siang, 12 Oktober 2021. (K.Wijayanto)
Agus Slamet dan Yulia Anggraini dari LBH Ferari selaku kuasa hukum P3JAYA menunjukan berkas gugatan class action penataan Jalan Ahmad Yani Kota Tegal, Selasa siang, 12 Oktober 2021. (K.Wijayanto)

Tegal, klikanggaran.com - Warga kota Tegal Jawa Tengah, yang tergabung dalam Perkumpulan Penghuni Pengusaha Jalan Ahmad Yani (P3JAYA) menggugat Proyek Malioboro Van Tegal ke Pengadilan Negeri Kota Tegal, Selasa 12 Oktober 2021.

Gugatan diajukan setelah aspirasi warga terkait proyek penataan kawasan Jalan Ahmad Yani Kota Tegal itu tidak diindahkan oleh Wali Kota Tegal.

Agus Slamet dan Yulia Anggraini, selaku Kuasa Hukum P3JAYA kepada wartawan mengatakan, pihaknya mengajukan gugatan Class Action pertama kepada Walikota Tegal, kedua kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tegal dan ketiga kepada Kepala Dinas Perhubungan.

Baca Juga: Prostitusi Online di Apartemen Kalibata City. Korban selain Dijual Lewat Media Sosial, juga Dicabuli Pelaku

Agus mengatakan, gugatan dilayangkan karena sebelumnya kliennya telah berkirim surat kepada Walikota Tegal namun tidak ada kejelasan.

"Sehingga kami putuskan pada hari ini mengajukan gugatan class action," kata Agus Slamet kepada awak media usai menyerahkan berkas gugatan ke PN Tegal, Selasa siang (12/10/2021).

Agus Slamet menegaskan, pokok gugatan kliennya adalah ketiadaan study kelayakan pada proses penataan kawasan Jalan Ahmad Yani Kota Tegal.

Baca Juga: Arti Kenzo Eldrago Wong, Anak Kedua Bapau

Agus menyebut pada UU nomor 11 Cipta Kerja tahun 2020 mensyaratkan adanya study kelayakan yang harus dilakukan pemerintah dalam proses pembangunan.

"Seperti kita ketahui ada rekomendasi DPRD pula sama begitu, harus ada sosialisasi harus ada study kelayakan," kata Agus Slamet.

Baca Juga: Anak Nia Daniaty Membantah Melakukan Penipuan CPNS Fiktik. Lalu Siapa Dong, yang Tipu 225 Korban?

Gugatan class action P3JAYA tidak fokus pada permintaan ganti kerugian. Tapi, meminta majelis hakim di putusan sela nanti minta proyek penataan Jalan Ahmad Yani dihentikan agar tidak terjadi kerugian lebih besar.

"Kami meminta majelis hakim di putusan sela nanti agar tidak terjadian kerugian yang lebih besar pada klien kami, kami meminta di putusan sela itu minta dihentikan," imbuh Agus Slamet.**

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X