• Minggu, 5 Desember 2021

Peredaran Narkoba Di Sumsel Kalahkan Jakarta, Bupati PALI Sedih Ada Paket Hemat Narkoba.

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:23 WIB
Kepala BNN Sumsel  (budis)
Kepala BNN Sumsel (budis)

PALI, Klikanggaran.com - Peredaran narkoba di Sumatera Selatan sudah mengalahkan Jakarta. Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Heri Amalindo, mengaku sedih dan prihatin melihat peredaran narkoba di wilayahnya. Bahkan peredaran narkoba di PALI sekarang bukan hal yang tabu.

Informasi tersebut terungkap dalam dialog antara Bupati PALI  dengan Kepala BNN Sumsel Brigjen Pol Djoko Prihadi saat berkunjung ke Kabupaten PALI, selasa 12 Oktober 2021.

"Seperti di desa kami (Air Itam) yang merupakan desa saya. Bahkan, ada istilah paket hemat 10ribu dan 20ribu," curhat Bupati PALI.

Baca Juga: Pencemaran Nama Baik, Orang Tua Ayu Ting Ting Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya

"Bukan lagi darurat ya, kita nomor 2 setelah Sumatera Utara," kata Brigjen Djoko pada wartawan.

Bupati PALI berharap agar aparat atau BNN bisa memutus rantai penyebaran narkoba di wilayahnya dengan menyasar para bandar narkoba.

"Kalau bandarnya hilang, insya Allah pemakainya juga akan hilang," kata Bupati PALI.

Kabupaten PALI, menurut Heri, adalah daerah strategis menjadi tempat peredaran narkoba. Mengingat, PALI berada di tengah-tengah beberapa kabupaten di Sumsel, seperti Prabumulih, Muara Enim, Muba, Musi Rawas dan Muratara.

Baca Juga: Arti Kenzo Eldrago Wong, Anak Kedua Bapau

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel, Brigjen Pol Djoko Prihadi mengatakan, dalam upaya memerangi narkoba butuh kekompakan dan kerja sama semua stakeholder yang ada.

Terkait peredaran narkoba di wilayah PALI, seperti Desa Air Itam misalnya, Djoko kembali menekankan pentingnya penanganan secara komprehensif dan kerjasama semua pihak.

"Ada tiga langkah dalam mengatasi persoalan narkoba, yaitu pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi. Dan itu butuh dukungan semua pihak. Tidak bisa dilakukan oleh BNN sendiri," paparnya.

Baca Juga: Anak Nia Daniaty Membantah Melakukan Penipuan CPNS Fiktik. Lalu Siapa Dong, yang Tipu 225 Korban?

Djoko berkeyakinan, jika penanganan narkoba seperti penanganan Covid-19, maka itu semua akan berhasil.

"Kita bikin deklarasi bersama-sama di setiap desa, BNN, pemerintah, masyarakat dan unsur lainnya untuk menolak adanya peredaran narkoba," terangnya.**

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Erupsi, Ini Sejarah Panjang Letusannya

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:46 WIB

Status Gunung Semeru Level II, Ini Rekomendasi BPNB

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:13 WIB

Ganjar: Stop Berhenti di Situ, Jangan Diteruskan!

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:02 WIB
X