• Senin, 24 Januari 2022

Singapura Siapkan Platform Untuk Perangi Pencucian Uang. Peringatan Buat Koruptor!!

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 20:05 WIB
The Monetary Authority of Singapore (MAS) (https://www.mas.gov.sg/)
The Monetary Authority of Singapore (MAS) (https://www.mas.gov.sg/)

Klikanggaran.Com – Peringatan buat koruptor yang suka melakukan pencucian uang di Singapura dari uang hasil korupsinya.  Negara Singapura akan menyiapkan sebuah platform untuk memerangi pencucian uang, yang sering memanfaatkan perbankan Singapura.

Reuters melaporkan, Bank Sentral Singapura akan membuat platform digital yang memungkinkan bank untuk berbagi informasi tentang pelanggan dan transaksi. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya Singapura untuk mencegah pencucian uang dan pembiayaan kegiatan kriminal.


Otoritas Moneter Singapura (MAS) mengatakan, platform tersebut akan pada paruh pertama tahun 2023. Pada tahap awal, platform itu akan digunakan oleh enam bank komersial terbesar di negara kota itu.

Baca Juga: Xi Jinping Mau Ekspor Komunisme ke Indonesia Pakai Politik Living Room, kata Amien Rais, Seperti Apa sih?


Singapaura menyadari, sebagai pusat keuangan dan perdagangan dunia, sangat rentan terhadap pencucian uang lintas negara.


"Kerangka berbagi informasi dirancang untuk menargetkan perilaku kriminal yang serius dan memungkinkan lembaga keuangan untuk lebih cepat mendeteksi pelaku jahat untuk membersihkan dan mencegah mereka," Loo Siew Yee, asisten direktur pelaksana MAS seperti dikutip dari Reuters.

MAS menjelaskan, platform dikembangkan hasil kerja sama antara MAS, DBS, OCBC, United Overseas Bank, Standard Chartered Bank, Citibank dan HSBC.

Baca Juga: Presiden Jokowi Bermalam Di Papua, Besok Malam Membuka PON XX. Pembukaan PON Disiarkan Langsung TV


Pada tahun 2015, Singapura menemukan, dana yang terkait dengan dana negara Malaysia yang dilanda skandal 1MDB, dicuci melalui sistem perbankannya. MAS menutup unit lokal dari dua bank swasta Swiss pada tahun 2016, dan membekukan jutaan dolar di rekening bank serta memberikan sanksi denda kepada bankir swasta yang terlibat dalam kasus tersebut.


"Aktor jahat dalam kejahatan keuangan biasanya menggunakan rekening bank dari bank yang berbeda selama periode waktu tertentu untuk menyembunyikan dan membelanjakan dana terlarang," kata Loretta Yuen, kepala kepatuhan hukum dan peraturan grup di OCBC Bank.

Baca Juga: Liga Tiga Provinsi Jambi 2021 Akan Bertanding di KONI Batang Hari


"Dengan berbagi data dan informasi akun yang mencurigakan melalui platform, akan mengirimkan tanda bahaya dengan cepat ke seluruh jaringan untuk menghentikan bank lain digunakan untuk kejahatan keuangan," katanya.**

Halaman:
1
2

Editor: Muslikhin

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ups, PM Selandia Batal Nikah karena Omicron

Minggu, 23 Januari 2022 | 14:18 WIB

Gelombang Tsunami dari Tonga Tiba di California

Minggu, 16 Januari 2022 | 06:52 WIB

Omicron: Belanda Lockdown Mulai Minggu Pagi Ini

Minggu, 19 Desember 2021 | 07:28 WIB
X